Senin, 20 May, 2013
Menyakiti Umat

Pengadaan Alquran Dikorupsi, Tak Cukup dengan Minta Maaf

JAKARTA, (PRLM).- Ketua Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Indra Bambang Utoyo menegaskan, kalau hanya meminta maaf kepada umat Islam, rasa-rasanya tidak cukup. Menurut dia, harus ada tindakan tegas dan kongkret dari pimpinan Golkar kepada Zulkarnaen Djabbar yang menjadi tersangka kasus korupsi Alquran.

"Saya nggak bohong, seluruh kader Golkar yang ikut Rapimnas di Bogor bicara soal kasus Zulkarnaen Djabbar. Teman-teman benar-benar galau dan resah. Karena selagi elektabilitas Golkar dan Pak Ical meningkat, kok tiba-tiba ada kejadian ini," kata Indra Utoyo kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/7/12).

Sebelumnya, Partai Golkar didesak secepatnya meminta maaf kepada umat Islam, terkait tindakan Wakil Bendahara Umumnya, Zulkarnaen Djabbar yang diduga melakukan korupsi pengadaan Alquran. Karena pelanggaran itu bukan kriminalitas biasa tapi luar biasa. Sehingga, kalau Golkar tidak lakukan itu, popularitasnya di mata umat Islam yang mayoritas di negeri ini, bisa hancur.

"Kasus korupsi pengadaan Alquran menyakiti hati umat Islam. Saya minta, Golkar secepatnya minta maaf kepada umat Islam.Ini bukan kriminalitas biasa, tapi luar bisa. Kalau Golkar tidak minta maaf, popularitasnya bisa hancur," tegas bekas Ketua DPP Partai Golkar, Zainal Bintang.

Zainal juga mendesak Aburizal Bakrie alias Ical segera menonaktifkan Zulkarnaen Djabbar dari jabatan Wakil Bendahara Umum Golkar serta sejumlah elite partai yang terlibat kasus hukum, tanpa harus menunggu tuntasnya proses hukum. Karena kalau menunggu proses hukum, cara itu terlalu normatif dan cenderung konservatif.

Indra Bambang Utoyo tidak mau berkomentar bahwa munculnya kasus korupsi pengadaan Alquran yang melibatkan Zulkarnaen Djabbar, sebagai upaya balas dendam dari partai lain. Karena yang jelas, salah seorang kader Golkar sudah jadi tersangka dan bakal diperiksa KPK.

Ditanya, apa tindakan kongkret yang pantas dijatuhkan kepada Zulkarnaen Djabbar, Bambang Indra mengatakan, berdasarkan UU, anggota DPR yang jadi tersangka harus non aktif dari Senayan. Itu harus dilakukan karena tindakan itu (korupsi pengadaan Alquran-red) sangat merugikan citra Partai Golkar.

"Kita sadar sekali tindakan itu aib besar buat Golkar. Ini menyakiti hati umat Islam terutama yang menjadi anggota dan simpatisan Golkar.Ini aib, aib, dan aib. Di kala Golkar ingin memperbaiki bangsa kok kadernya buat kesalahan fatal. Saya sih mengusulkan, lebih baik Zulkarnaen sadar dan mengundurkan diri, karena mau tidak mau, Golkar akan tersandera kasus ini. Kalau dia tidak mau mengundurkan diri, ya sebaiknya pimpinan Partai Golkar mengambil tindakan tegas seperti yang dia usulkan,’’ ujarnya menambahkan.

Sedangkan Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo mengatakan, tidak ada relevansinya dan korelasinya Golkar minta maaf karena Golkar tidak pernah memerintahkan kadernya untuk lakukan korupsi. Golkar bersikap kepada semua kadernya di DPR untuk mengamankan anggaran negara untuk kepentingan rakyat dan umat. (A-109/A-88)***

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR