Selasa, 21 May, 2013

Ribuan Hektare Tanaman Padi di Kab. Cirebon Terancam Gagal Panen

SUMBER, (PRLM).- Akibat tidak turunnya hujan selama beberapa minggu terakhir ini, ribuan hektar tanaman padi di wilayah Kabupaten Cirebon, terutama di daerah lumbung padi terancam gagal panen. Untuk menghindari kemungkinan terburuk tersebut, para petani berebut sisa air dari sungai terdekat dengan jalan memompanya.

"Kalau tidak berusaha sekuat tenaga seperti itu tentunya panen akan gagal total. Rasanya sayang sekali kalau padi yang sudah keluar bulir seperti ini sampai kekeringan," kata Sadani, seorang petani di Plumbon, Minggu (1/7).

Menurut Sadani, memompa air dengan menyewa mesin pompa air telah dilakukan bersama petani lainnya dalam upaya mengatasi kekeringan. Meskipun harus mengeluarkan uang tambahan, jika tanaman padi nanti bisa berhasil dipanen tentu akan merasa puas dan bangga.

Hal senada disampaikan Parjo, salah seorang petani di Desa Bayalangu, Kecamatan Gegesik, menurut dia air dari saluran irigasi terus menurun drastis, bahkan, sudah satu minggu belakangan tak mengalir lagi. Jika tidak ada hujan dalam waktu dua sampai tiga pekan ke depan, kemungkinan bisa gagal panen.

Para petani di beberapa desa seperti di Kecamataaan Kapetakan, Suranenggala, Gunungjati, Kaliwedi, Plered, Weru, sebagian besar wilayah kecamatan di Kabupaten Cirebon bagian timur juga mengalami kekeringan.

Sementara itu Kabid Operasional Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, Kasno, mengakui, kekeringan yang terjadi di wilayah Kabupaten Cirebon,
Khusunya di bagian barat dan utara akibat debit air yang terus menyusut di Bendung Rentang, Majalengka yang memasok kebutuhan air persawahan di Majalengka, Indramayu dan Kabupaten Cirebon.

Terkait ketersediaan air yang semakin menipis, BBWS telah menerapkan sistem gilir-giring air ke masing-masing wilayah.
Kasno berharap, projek pembangunan waduk Jatigede di Sumedang bisa segera selesai hingga bisa memanfaatkan air Sungai Cimanuk secara maksimal dan mampu mengatasi persoalan air di ketiga wilayah kabupaten tersebut.

Disebutkan, potensi air yang mengalir dari Sungai Cimanuk mencapai 4,3 miliar meter kubik dalam satu tahun. Namun, diperkirakan hanya 48 persen saja yang bisa digunakan, sebagian besar terbuang secara mubazir ke Laut Jawa.(A-146/A-89)***

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR