Rabu, 19 Jun, 2013

Gereja Kelahiran Masuk Warisan Budaya

ST PETERSBURG, (PRLM).- Warga Palestina menyambut baik keputusan UNESCO untuk memberikan status warisan budaya dunia yang terancam untuk Gereja Kelahiran di Betlehem. Sebanyak 21 anggota komite yang bertemu di St Petersburg, Rusia, memilih dengan suara 13 setuju, enam menolak, sementara dua tidak memilih.

Upaya Palestina agar Gereja Kelahiran mendapat status warisan budaya merupakan bagian dari perjuangan Palestina untuk mendapat pengakuan internasional d itengah-tengah buntunya proses perundingan perdamaian Israel-Palestina.

Amerika Serikat dan Israel -yang tidak masuk dalam komite badan PBB tersebut- merupakan negara yang menolak permohonan Palestina agar tempat tersebut ditetapkan sebagai warisan budaya yang memerlukan perhatian mendesak.

Juru bicara Otorita Palestina, Hanan Ashrawi, mengatakan keputusan UNESCO itu merupakan penegasan atas kedaulatan Palestina di lokasi yang diyakini umat Kristen sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus.

"Pesan kepada Israel hari ini adalah bahwa tindakan sepihak tidak akan berguna dan Israel tidak bisa terus melawan dunia walau memiliki sekutu-sekutu yang kuat," kata Hanan Ashrawi, seperti dikutip kantor berita AP.

UNESCO menggunakan pendekatan daruta untuk mempertimbangkan pencalonan Palestina dengan memerlukan waktu yang jauh lebih pendek dari masa 18 bulan yang biasanya. dibutuhkan.

Sementara itu Duta Besar Amerika Serikat untuk UNESCO, David Killion, mengatakan Amerika Serikat amat kecewa dengan keputusan UNESCO tersebut. "L embaga ini sebaiknya tidak dipolitisir. Situs itu jelas memiliki makna penting secara agama maupun sejarahnya. Bagaimanapun prosedur darurat yang digunakan dalam hal ini hanya digunakan untuk kasus-kasus ekstrim," kata Killion lewat pernyataan tertulis.

Permohonan untuk menjadikannya sebagai warisan budaya antara lain menyebutkan alasan kurangnya restorasi gereja karena masalah politik sejak Israel menduduki wilayah itu sejak tahun 1967.

Pembatasan perjalanan oleh Israel, menurut Palestina, membuat peralatan dan bahan-bahan untuk keperluan restorasi jadi terhambat. UNESCO menerima keanggotan penuh Palestina pada Oktober 2011.

Gereja Kelahiran di Betlehem dikunjungi sekitar dua juta tahun lalu dan beberapa ahli berpendapat gereja itu memang memerlukan perbaikan -antara lain atapnya yang bocor- namun tidak dilihat berada dalam ancaman kehancuran, kriteria yang biasanya digunakan untuk prosedur permohonan darurat.(bbc/A-147)***

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.