Aspek Pemasaran Kopi Perlu Perhatian

BANDUNG, (PRLM).- Aspek pemasaran perlu mendapat perhatian agar komoditas kopi dapat terus berkembang. Demikian ujar Kepala Bidang (Kabid) Produksi Perkebunan, Hendy Jatnika, saat dihubungi "PRLM", Jumat (29/6/12).

Menurutnya, bila pengembangan komoditas kopi hanya memperhatikan aspek produksinya saja tanpa memperhatikan pemasaran, petani kopi yang akan terkena dampaknya. "Hasil produksi petani kopi itu akan sia-sia karena tidak ada pasar yang mampu menyerapnya," katanya.

Beberapa upaya yang sedang dilakukan pihaknya untuk membuka pasar kopi antara lain mematenkan merk kopi Preanger melalui sertifikasi indikasi geografis. "Sertifikasi tersebut merupakan suatu tanda yang menunjukkan dari daerah mana barang komoditas yang dimaksud berasal," ujarnya.

Tanda tersebut, menurutnya, mencakup tanda faktor alam, manusia, atau kombinasi dari kedua hal tersebut yang memberi ciri khusus terhadap suatu barang. Dia mengatakan, salah satu komoditas kopi yang berhasil menda patkan sertifikasi geografis saat ini adalah kopi Toraja. (CA-09/A-107)***

Baca Juga

Pertamina Jamin Pasokan BBM dan Elpiji Natal-Tahun Baru

BANDUNG, (PR).- PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) III memastikan keamanan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di wilayah Jawa Bagian Barat (Jawa Barat, Jakarta, dan Banten) pada periode Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 (Nataru).

Warteg Go to Malaysia Tahun 2017, Menteri Koperasi Bantu Mediasi

JAKARTA, (PR).- Warung Tegal yang biasa dikenal dengan sebutan warteg rencananya akan ekspansi ke Malaysia sebagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada 2017. Kementerian Koperasi siap memediasi koperasi warteg dengam pemerintah Malaysia agar mendapat kemudahan dalam perizinan usaha.

Rokok Tentukan Inflasi Nasional Tahun Lalu

JAKARTA, (PR).- Rokok semakin berkontribusi pada tingkat inflasi nasional di tahun 2016 dan juga garis kemiskinan. Sementara disparitas kemiskinan antara perkotaan dan perdesaan semakin besar.