Aspek Pemasaran Kopi Perlu Perhatian

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).- Aspek pemasaran perlu mendapat perhatian agar komoditas kopi dapat terus berkembang. Demikian ujar Kepala Bidang (Kabid) Produksi Perkebunan, Hendy Jatnika, saat dihubungi "PRLM", Jumat (29/6/12).

Menurutnya, bila pengembangan komoditas kopi hanya memperhatikan aspek produksinya saja tanpa memperhatikan pemasaran, petani kopi yang akan terkena dampaknya. "Hasil produksi petani kopi itu akan sia-sia karena tidak ada pasar yang mampu menyerapnya," katanya.

Beberapa upaya yang sedang dilakukan pihaknya untuk membuka pasar kopi antara lain mematenkan merk kopi Preanger melalui sertifikasi indikasi geografis. "Sertifikasi tersebut merupakan suatu tanda yang menunjukkan dari daerah mana barang komoditas yang dimaksud berasal," ujarnya.

Tanda tersebut, menurutnya, mencakup tanda faktor alam, manusia, atau kombinasi dari kedua hal tersebut yang memberi ciri khusus terhadap suatu barang. Dia mengatakan, salah satu komoditas kopi yang berhasil menda patkan sertifikasi geografis saat ini adalah kopi Toraja. (CA-09/A-107)***

Baca Juga

Yunani Siap Nyatakan "Gagal Bayar" Utang IMF

EKONOMI

ATHENA, (PRLM).- Bank-bank Yunani tetap tutup hari Selasa (30/6/2015), sementara negara itu tampaknya siap menyatakan secara resmi tidak mampu membayar (default) atas utang 1,8 miliar dolar AS (Rp 24,04 triliun) kepada Dana Moneter Internasional (IMF).

Menggerakkan Ekonomi Pro Rakyat Masih Terkendala

EKONOMI

JAKARTA (PRLM).-Kalangan DPR kecewa Presiden Jokowi malah mengundang sejumlah ekonom bermasalah ke Istana Negara. Apalagi ditengarai beberapa ekonom itu justru dengan skandal Bank Century.

Warga Majalengka Banyak Ambil Barang di Pegadaian

EKONOMI

MAJALENGKA,(PRLM).- Menjelang lebaran nasabah Pegadaian Majalengka lebih banyak yang mengambil barang gadaiannya dibanding menyimpan barangnya. Peningkatan pengambilan barang mencapai 70 persen, sebaliknya usai lebaran nasabah kembali menggadaikan barangnya.

Pemerintah Naik Banding Soal Restrukturisasi Utang Bakrie Telecom

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengajukan naik banding ke Mahkamah Agung atas restrukturisasi utang PT Bakrie Telecom Tbk, karena perusahaan tersebut berutang biaya frekuensi dan perizinan kepada pemerintah.