Aspek Pemasaran Kopi Perlu Perhatian

BANDUNG, (PRLM).- Aspek pemasaran perlu mendapat perhatian agar komoditas kopi dapat terus berkembang. Demikian ujar Kepala Bidang (Kabid) Produksi Perkebunan, Hendy Jatnika, saat dihubungi "PRLM", Jumat (29/6/12).

Menurutnya, bila pengembangan komoditas kopi hanya memperhatikan aspek produksinya saja tanpa memperhatikan pemasaran, petani kopi yang akan terkena dampaknya. "Hasil produksi petani kopi itu akan sia-sia karena tidak ada pasar yang mampu menyerapnya," katanya.

Beberapa upaya yang sedang dilakukan pihaknya untuk membuka pasar kopi antara lain mematenkan merk kopi Preanger melalui sertifikasi indikasi geografis. "Sertifikasi tersebut merupakan suatu tanda yang menunjukkan dari daerah mana barang komoditas yang dimaksud berasal," ujarnya.

Tanda tersebut, menurutnya, mencakup tanda faktor alam, manusia, atau kombinasi dari kedua hal tersebut yang memberi ciri khusus terhadap suatu barang. Dia mengatakan, salah satu komoditas kopi yang berhasil menda patkan sertifikasi geografis saat ini adalah kopi Toraja. (CA-09/A-107)***

Baca Juga

WISATAWAN bisa menikmati Situ Umar di kawasan Floating Market, Lembang Kab. Bandung Barat. Selain wisata belanja, pengunjung juga disuguhkan objek wisata alam yang masih asri.*

PT Pos Targetkan 100.000 Paket Marketplace Per Hari

NGAMPRAH, (PR).- PT Pos Indonesia (Persero) menargetkan untuk menggenjot penggunaan jasa logistik oleh marketplace, minimal 100.000 paket per hari. Target tersebut diproyeksikan bisa tercapai dalam dua sampai tiga bulan ke depan.

Pertamina Proyeksikan Kapasitas Kilang 2,2 Juta Barel

JAKARTA, (PR).- Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia, PT Pertamina (Persero) Rachmad Hardadi mengatakan, kapasitas produksi kilang minyak yang dioperasikan Pertamina dengan enam kilang diproyeksikan menjadi 2,2 juta barel per hari seiring target tercapainya swasembada pada 2023.

Bulog Jabar Diminta Serap Gabah Dengan Harga Fleksibel

SOREANG, (PR).- Perum Bulog Divisi Regional Jawa Barat diminta menyerap gabah dengan harga yang lebih fleksibel dan memperbanyak kemitraan. Strategi itu mempercepat serapan gabah yang baru sekitar 184.000 ton atau 15% dari target 1.220.653 ton.