Aspek Pemasaran Kopi Perlu Perhatian

BANDUNG, (PRLM).- Aspek pemasaran perlu mendapat perhatian agar komoditas kopi dapat terus berkembang. Demikian ujar Kepala Bidang (Kabid) Produksi Perkebunan, Hendy Jatnika, saat dihubungi "PRLM", Jumat (29/6/12).

Menurutnya, bila pengembangan komoditas kopi hanya memperhatikan aspek produksinya saja tanpa memperhatikan pemasaran, petani kopi yang akan terkena dampaknya. "Hasil produksi petani kopi itu akan sia-sia karena tidak ada pasar yang mampu menyerapnya," katanya.

Beberapa upaya yang sedang dilakukan pihaknya untuk membuka pasar kopi antara lain mematenkan merk kopi Preanger melalui sertifikasi indikasi geografis. "Sertifikasi tersebut merupakan suatu tanda yang menunjukkan dari daerah mana barang komoditas yang dimaksud berasal," ujarnya.

Tanda tersebut, menurutnya, mencakup tanda faktor alam, manusia, atau kombinasi dari kedua hal tersebut yang memberi ciri khusus terhadap suatu barang. Dia mengatakan, salah satu komoditas kopi yang berhasil menda patkan sertifikasi geografis saat ini adalah kopi Toraja. (CA-09/A-107)***

Baca Juga

Bawang Merah Mulai Ekspor, Impor Jagung Turun 60 Persen

JAKARTA, (PR).- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan bawang merah mulai ekspor dua pekan terakhir. Sementara impor jagung sudah turun 60 persen dan diproyeksikan tahun depan swasembada jagung.

Mudahkan Informasi, BCA Life Hadirkan Video Chat

JAKARTA, (PR).- PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) memperkenalkan layanan terbarunya BCA Life V-Chat, sebuah layanan video chat online untuk komunikasi dan layanan informasi nasabah.

Target Impor Berubah-ubah, Indikasi Data Kebutuhan tak Akurat

JAKARTA, (PR).- Sekretaris Jenderal Jenderal Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia Rochadi Tawaf menilai revisi target impor daging kerbau mengindikasikan data kebutuhan yang dihitung sebelumnya tidak akurat.