Perum Perhutani Gelar Festival Kawa Putih
BANDUNG, (PRLM).- Jawa Barat memiliki banyak tempat wisata alam yang identik keberadaannya dengan pendidikan lingkungan serta upaya melestarikan kesenian dan budaya lokal sebagai warisan leluhur. Namun sayangnya, saat ini banyak kaum muda yang mulai melupakannya terutama budaya Sunda.
“Anak muda sekarang kalau ditanya pasanggiri saja tidak tahu. Mengaku orang Sunda tapi tidak tahu arti pasanggiri, padahal artinya itu lomba,” ucap Kepala Biro Ekowisata, Jasa Lingkungan dan Usaha Lainnya (Ejula) Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten Lien Bahuntan saat mengunjungi Kantor Harian Umum Pikiran Rakyat, Jalan Asia Afrika 77, Bandung, Kamis (28/6).
Oleh karena itu, Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten akan menggelar acara tahunan Festival Kawa Putih (FKP) untuk kedua kalinya dengan mengusung tema “For Youth To Community”. Kegiatan ini akan berlangsung mulai Jumat (6/7) hingga Minggu (15/7) mendatang.
Menurut Lies, kegiatan kali ini tidak jauh berbeda dengan FKP sebelumnya pada 2010. “Ruhnya tetap sama, yaitu mencoba mengemas dan mempertahankan kearifan lokal dengan adanya acara rawutan dan acara seni budaya Sunda lainnya. Akan tetapi, yang berbeda pada acara kedua ini nuansa pendidikannya akan lebih di kedepankan dan anak muda yang akan lebih banyak dilibatkan,” katanya.
Acara ritual ruwatan teatrikal mengenai kawah putih, pentas kesenian rakyat seperti pembacaan puisi lingkungan oleh pasangan suami istri Mang Dadang dan Teh Eni RM yang dikenal sebagai “Penyair Hijau” akan tetap ditampilkan. Namun, adapun kegiatan baru yang melibatkan kaum muda seperti sunatan massal, Giri Wana Rally (lintas alam), Pasanggiri Tembang Kawah Putih (lomba nyanyi Sunda), pameran Wedding Festival, serta kegiatan kesenian lainnya.
Lies mengungkapkan, Perum Perhutani Unit III Jawa Barat – Banten ingin mengajak kaum muda untuk mengenal budaya Sunda serta legenda-legenda yang belum terungkap. Tidak hanya itu, ia menambahkan, pendidikan lingkungan pun perlu diterapkan sejak dini.
“Tempat wisata kalau sedang ramai banyak orang identiknya dengan kotor karena banyak yang buang sampah sembarangan. Kami ingin selain masyarakat lebih mencintai budaya lokal, mereka juga bisa lebih tertib dan disiplin dalam menjaga lingkungan,” ujar Lies.
Ia mengatakan, kegiatan telah disiapkan dengan target melibatkan 1000 peserta untuk mengikuti berbagai lomba maupun sebagai pemerhati, pengunjung, da penonton. Kegiatan yang didukung oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bandung serta Dinas Kebudayaan dan Industri Kreatif Provinsi Jawa Barat ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan kebudayaan lokal.
Lies yang didampingi General Manager Jasa Lingkungan dan Produk Lain Slamet Winanto seta Humas Perum Perhutani Unit III Jabar dan Banten Dadang Suparman disambut baik oleh Direktur Utama PR Joko Hendrarto beserta jajarannya.
“Ke depannya dengan adanya acara ini, masyarakat Jawa Barat bisa lebih tahu mengenai kebudayaan lokal terutama kaum mudanya. Selain itu, tetap melestarikan dan menjaga tempat wisata di Jawa Barat tidak hanya sekedar menikmati dan merusak lingkungannya dengan membuang sampah sembarangan,” ucap Joko. (CA-07/A-147)***
Post new comment