Kamis, 23 May, 2013
Pemkab Cianjur Tolak Pembebasan untuk Eskavasi

Harga Tanah di Sekitar Gunung Padang Melonjak

CIANJUR, (PRLM).- Permintaan Tim Katastrofik Situs Gunung Padang beberapa waktu lalu kepada Pemkab Cianjur untuk membebaskan lahan sekitar 100 hektare untuk mendukung penlitian ditolak Pemkab Cianjur. Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh saat ditemui di sela-sela acara, Senin (25/6/12) mengatakan tidak ada pembebasan lahan di kawasan Situs Megalit Gunung Padang.

"Kami mendukung penelitian ini. Namun, kami masih belum berpikir untuk melakukan pembebasan lahan. Lagipula penelitian yang dilakukan masih awal. Seandainya memang nanti ada eskavasi besar-besaran dan membutuhkan lahan yang luas. Soal pembebasan lahan kami serahkan ke masyarakat setempat," tuturnya.

Tjetjep mengatakan pembebasan lahan merupakan sebuah proses yang rumit apalagi membutuhkan lahan yang sangat luas sampai ratusan hektare. Kalaupun tidak dibebaskan, namun dengan pemindahan itu juga hal yang bukan sederhana.

"Bukan hanya penggantian semata namun menyangkut kesejahteraan dan sistem sosial yang sudah ada dan terbentuk puluhan tahun. Sebaiknya dilakukan dengan pendekatan yang lebih pas. Bagaimana penelitian ini berjalan baik untuk kebaikan semua, namun juga tidak merusak tatanan masyarakat di sini," tuturnya.

Sementara itu, Abdullah (40) warga sekitar Gunung Padang mengatakan enggan menjual tanahnya yang jaraknya berkisar hanya 200 meter dari kawasan Gunung Padang.

“Dengan adanya penelitian ini dan pemberitaan yang besar-besaran. Beberapa warga yang kemungkinan akan terkena penggalian Gunung Padang sudah mematok harga tanah tinggi seandianya akan dibeli. Tapi, saya dan keluarga saya turun temurun tinggal disekitar kawasn ini. Saya tidak akan menjual tanah saya,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Arekologi dalam penelitian Gunung Padang, Ali Akbar mengatakan awalnya memang diproyeksikan membutuhkan lahan yang luas. Namun, hingga kini hal tersebut belum disepakati. (A-186/A-88)***

gusur aja, demi kejayaan

Anonymous's picture

gusur aja, demi kejayaan indonesia....

di bngun untuk lahan rekreasi

Anonymous's picture

di bngun untuk lahan rekreasi sejarah..terus penduduk setempatlah yg mempunyai saham atas tanahnya yg terimbas oleh pembangunan komplek sejarah itu.tentunya rakyat tdk kehilangan tanahnya dan tdk kehilangan penghasilanya..asal jangan di korupsi

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.