Perlu Kegiatan Pendukung untuk Ramaikan Pantai Pangandaran

CIAMIS, (PRLM).- Pengunjung Pantai Timur Pangandaran, Ciamis Jawa Barat mengalami penurunan cukup drastis setelah ditimpa tsunami pada tahun 2006. Dampak langsung dirasakan oleh sejumlah pedagang di kawasan wisata bahari itu. Para pedagang merasakan sepinya kunjungan wisatawan.
Para pedangang kini hanya berharap pada musim liburan sekolah, lebaran, atau ada cuti bersama. Pada hari-hari biasa, praktis kungungan wisata sangat sedikit, walau di akhir pekan. Mereka berharap, pihak terkait bisa secara rutin menggelar event untuk menarik wisatawan kembali ke Pantai Pangandaran.
Kepala Dinas Pariwisata Ciamis Jawa Barat, Sobar Sugemah yang didampingi Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata dan Ekonimi Kreatif I Gusti Ngurah Putra mengatakan, memang perlu adanya kegiatan-kegiatan pendukung di sekitar kawasan Pantai Pangandaran. Selain publikasi yang terus digencarkan, juga dioptimalkan sarana yang ada di sana.
"Di kawasan Pantai Pangandaran ada taman wisata dan cagar alam yang luasnya 937 hektare. Pengunjung di sana selain bisa menikmati flora yang berusia tua, juga bisa melihat fauna berupa kera abu, lutung, landak, kelawar, rusa, tando atau bajing, biawak, ular sanca, ular hijau, burung kangkareng. Sementara permainan di pantai pun makin banyak, bukan sekadar naik perahu tapi juga ada banana boat. Sudah ada juga sarana outbond," ujarnya.
Diungkapkan, untuk masuk Hutan Panajung Taman Wisata Alam dan Cagar Budaya terdapat dua pintu, dari pantai timur dan pantai barat. Ada juga Situs batu kalde peninggalan orang hindu abad 16 dan 700 jenis tumbuhan di antaranya pohon banis akar papan, pohon marong, ki segel, laban dan jenis pohon lainnya.(Mun/A-147)***
Post new comment