Infrastruktur Kota Depok Belum Siap untuk Busway dan APTB
DEPOK, (PRLM).- Infrastruktur Kota Depok dinilai belum siap untuk dilalui Busway dan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB). Padahal Dinas Perhubungan Jakarta sebelumnya telah memiliki rencana untuk menghubungkan jalur busway ke Depok.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Depok, Nasrun ZA, mengatakan lebar jalan di Kota Depok tidak memungkinkan untuk dilalui Busway maupun APTB. "Kondisinya jalannya sempit, memang menurut sejarahnya Depok itu kan tidak dipersiapkan untuk menjadi kota, melainkan kecamatan yang akhirnya harus tumbuh bersaing dengan Jakarta,"kata Nasrun, Minggu (24/6/12).
Selain itu, kendala yang tidak kalah besar adalah sulitnya membangun jembatan penyebrangan orang (JPO) untuk shelter busway. Apalagi di Jln Margonda pemerintah sampai saat ini masih kesulitan untuk membebaskan lahan.
"Untuk pembangunan dua JPO biasa saja, Pemerintah Provinsi sudah bersedia memberikan dana. Tapi sulit dilakukan karena terkendala pembebasan lahan,"ujarnya.
Dia berkata Dinas Perhubungan memang sudah berencana membangun tujuh JPO di Jln Margonda. Namun saat ini belum satu pun yang terealisasi karena pembebasan lahan. "Sudah ada yang setuju menyumbangkan sebagian lahannya seperti misalnya D mall, tapi yang di sebrangnya belum mau. Begitu juga dengan titik lainnya baru satu pinggiran saja. Padahal kami sudah memberikan tawaran harga pasar,"kata dia.
Nasrun mengakui keinginan untuk membangun JPO dan transportasi masal ke Jakarta sudah banyak diutarakan masyarakat. Namun saat ini masih dilakukan koordinasi dengan DKI Jakarta untuk mencari solusi terbaik. "Kami bahkan sudah sampai didemo mahasiswa. Namun ada beberapa kendala yang belum ditemukan solusinya,"ujarnya.
Hal senada juga sebelumnya dikatakan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail. Dia mengatakan infrastruktur jalan di Depok belum memadai untuk dibangun busway.
Nur Mahmudi menambahkan, jumlah kendaraan yang masuk ke Jakarta dari Depok cukup tinggi. Untuk mengurangi kemacetan, menurut dia, yang paling memungkinkan adalah dengan mengoptimalkan operasional kereta rel listrik (KRL). (A-185/A-108)***
Boss punggawa penggede
Boss punggawa penggede jawabarat jangan asal ribut usung Cagub dan cawagub sudah banyak usul
sebelum ini tapi realisasi nggak ada bahkan nol orang di Jkarta sibuk bangun transportasi buat hemat bbm malah kota terbelakang depok yang tiannya juga ditebelakangi massal bikin orang orang gila jakarta makin maruk dan tanpa batas menganiaya transportasi umum dengan pemerintah yang manis bak cewek jakarta dengan tranportasi tanpa ahlak dalam keadaan yang dibikin mak9n macet dengan banyak oknum yang ada di dalamnya srgiungga menyebabkan tranpsortasi publik jakarta tenggelam dalam tranportasi pribadi yang juga kayak traportasi umum didalamnya berhimpit himpit dengan keadaan busway yang terus besrsaing dengan mobil mobil taak yang selalu baru sementera tranportsai umum bus way yang selalu tua tanpa peremajaan dan dipaksaan buat terus tanpa henti dengan manjemen yang pas pasan menyebabkan penumpang tidak memilih bus way ato sengaja himpit himpit di dalam bus way yang biasa kenapa tidak dipaksakan dengan mobil mobil pribadi yang juga himpit himpit kalo prlu dengan busway apakah para ahli depok tidak bisa memecahkan transportasi yang sudah akut di jakarta tanpa di dukung oleh tranportasi depok yang memadai... diman para ahli tersebut kalah terus tidak diperhatikan kanapa tidak ada alokasi pemindahanjalan seprti cibinong -bogor atau cibinong tol jakarta buat bus way atau terminal depok cibinong toll jakarta untuk sarana bus way...atau jika tersendat di Ui dibikin fly over dari terminal depoknya solusi yang tidak ada menyebabkan pemerintah hanya membuat so;lusi yang itu itu saja jika kenaikan harga terjadi maka berapa kali transportasi ke jakarta yang sering tidak langsung menyebabkan cost yang semakin mahal apakah depok paling kaya.?..apakah depok terus terpasung dengan transportasi yang hanya kereta api saja... sementera tangerang dan bekasi semua sudah masuk bus way..kalo para ahli terus berpikir tanp[a egoism tanpa memperhatikan unsur wanita yang kadang egois maka jadilah transportasi depok nantinya termahal di penunjang jakarta ( antisapasi option 2 jika naik harga) keegoisan dan mau enak sendirikah yang menyebabkan tidak ada jalan sementera kampus UI penghasil tehnik dan tehnokrat muda malah kalah bersaing sama ITS atau Ir dari Jawa timur yang sering dipakai buat pembangunan di Jakarta..sampai derita rakyat yang sudah lelah dalam bekerja harus berjuang lagi buat transportasi pulang dan pergi mohon ditindak lanjuti secara cepat dan terorganisasi baik sehingga tidak terjadi program penumpukan untuk jangka panjang....terima kasih mohon segera ditindak lanjuti/.....terima kasih...
Post new comment