Hasil Penelitian Sementara Tim Terpadu Mandiri Gunung Padang akan Diseminarkan

JAWA BARAT
TIM arekologi penelitian Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Minggu (24/6) sedang melakukan eskavasi sederhana dengan membuat galian dengan panjang 2,5 m X 2,5 m yang dikeruk dengan kedalaman 2-3 meter.*
WILUJENG KHARISMA/PRLM
TIM arekologi penelitian Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Minggu (24/6) sedang melakukan eskavasi sederhana dengan membuat galian dengan panjang 2,5 m X 2,5 m yang dikeruk dengan kedalaman 2-3 meter.*

CIANJUR, (PRLM).- Hasil penelitian sementara yang dilakukan Tim Terpadu Penelitian Mandiri Gunung Padang di Situs Megalitikum Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur nantinya akan diseminarkan dan dimusyawarahkan dengan pihak yang berkepentingan termasuk masyarakat sekitar Gunung Padang.

"Dari permukaan yang ada informasi yang kami dapat dari penelitian sudah mencapai 70 persen, namun dari sisi pembuktian bagaiman kondisi bangunan dan berumur berapa, informasinya masih belum ada 5 persen. Oleh karena itu, Penelitian ini akan berlanjut atau tidak tergantung kemauan mereka. Kalaupun ini berlanjut, pasti akan membutuhkan waktu yang lama,"kata Ketua Tim Arekologi, Ali Akbar, Minggu (24/6/12).

Sementara itu mengenai keinginan adanya pembebasan lahan untuk kepentingan penelitian yang lebih besar, Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh yang melihat penelitian Gunung Padang menuturkan sementara waktu belum mengijinkan tim untuk membebaskan lahan seluas 150 hektare untuk kepentingan penelitian lebih lanjut.

“Kami belum berpikir ke arah pembebasan lahan. Saat ini kami memilih memikirkan bagaimana mengembangkan masyarakat sekitar. Ini lebih penting untuk diutamakan adalah kearifan lokal sudah ada di masyarakat Gunung Padang," katanya.

Tjetjep mengatakan pembebasan lahan merupakan sebuah proses yang rumit apa lagi lahan yang sangat luas. Pemindahan masyarakat bukan hanya penggantian semata namun menyangkut kesejahteraan dan sistem sosial yang sudah ada.

Lahan sekitar kawasn Gunung padang merupakan lahan produktif dan sebagian besar masyarakat sekitar berprofesi sebagai petani. Bila mereka direlokasi mereka harus mendapatkan yang sesuai agar profesi mereka tidak berubah.

“Kita lebih mengupayakan adanya kerjasama dengan masyarakat untuk menjaga Situs Megalit Gunung Padang. Pemberdayaan lebih memungkinkan dibandingkan dengan pembebasan lahan yang luas, meski kedepannya kawasn ini akan menjadi objek wisata yang sangat terkenal,” tuturnya. (A-186/A-108)***

Baca Juga

Polresta Tasikmalaya Tangkap Oknum Polisi Penganiaya Warga

JAWA BARAT

TASIKMLAYA (PRLM),- Jajaran Polres Kota Tasikmalaya, menangkap oknum polisi berpangkat brigadir di Jalan Bojong Tritura, Kecamatan Cipedes, Kamis malam (23/4/2015).

Penipuan Oknum Anggota Polda Papua Senilai Rp 12 Miliar

JAWA BARAT

TASIKMALAYA, (PRLM).- Tim dari Polda Papua dan Satreskrim Polres Kota Tasikmalaya berhasil mengungkap kasus yang menggemparkan di wilayah hukum Polda Papua. Kasus penipuan dan penggelapan senilai Rp 12 miliar.

Pipa Pertamina di Cidenok Bocor Cemari Sawah

JAWA BARAT

MAJALENGKA, (PRLM).- Pipa minyak mentah milik Pertamina yang berasal dari pengeboran di Desa Cidenok, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka bocor hingga mencemari areal pertanian milik PT Pertamina dan masyarakat di Cidenok, Senin (27/4/2015).

Eksekusi Mati

Polresta Banjar Perketat Wilayah Perbatasan

JAWA BARAT
Polresta Banjar Perketat Wilayah Perbatasan

BANJAR, (PRLM).- Menjelang eksekusi mati terpidana kasus narkoba di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banjar memerketat pengamanan wilayah perbatasan antara Jawa Barat dengan Provinsi Jawa Tengah.