Pernyataan Anas Memperkeruh Suasana Politik
JAKARTA, (PRLM).- Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum, yang menyebut keberhasilan pemerintah menjalankan program kerja menjadi kunci utama kesuksesan Demokrat, justru memperkeruh suasana politik di internal Demokrat. Sebagai pimpinan partai pemerintah dan sebagai pemenang di pemilu 2009 silam, seharusnya Anas mendukung langkah-langkah pemerintah dengan tindakan nyata, dan bukannya malah menantang.
"Sikap itu tidak patut. Terbukti elektabilitas PD terus terpuruk. Untuk itu sebaiknya Anas nonaktif dan fokus menghadapi kasusnya. Tak sepantasnya Anas berkata seperti itu. Sebenarnya Anas tidak baik bilang begitu, kalau lembaga polling bilang begitu tak apa-apa. Kalau dia bilang seperti itu, ini seperti kata orang, bagaikan menepak air di dulang dan memercik muka sendiri. Harusnya Anas mendukung pemerintah dengan tindakan nyata, tidak hanya dengan kata-kata," kata Ketua Divisi Kominfo PD, Ruhut Sitompul pada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (20/6).
Apalagi lanjut Ruhut, saat ini PD sedang mengalami masalah yang butuh diselesaikan dengan tindakan. "Harus diingat, partai kita ini the rulling party, partai kita harusnya mendukung dong dengan tindakan nyata. Terlebih ucapan itu dilontarkan ketika elektabilitas PD sedang menurun akibat beberapa kader PD yang tersangkut kasus korupsi. Saya khawatir pernyataan itu malah akan makin memperkeruh suasana. Jadi, tidak sepantasnya dia bilang begitu," ujarnya kecewa.
Sebelumnya Anas menyebut keberhasilan pemerintah menjalankan program kerja menjadi kunci utama kesuksesan Demokrat. "Memastikan pemerintahan Presiden SBY yang juga Ketua Wanbin PD untuk terus meningkatkan kinerja sehingga bisa menaikkan tingkat kepuasan rakyat. Kepuasan publik yang memadai atas kinerja pemerintah adalah basis utama keberhasilan partai pemerintah," kata Anas, Senin (18/6).
Anggota Wanbin PD Hayono Isman menyebut penurunan elektabilitas PD dimulai saat terkuaknya kasus korupsi Nazaruddin. Apalagi, dalam banyak kesempatan setelah kasusnya masuk pengadilan, Nazaruddin kerap menyebut Ketua Umum PD Anas Urbaningrum, terlibat dalam kasus korupsinya tersebut. "Menurunnya elektabilitas kan sejak terkuaknya kasus Nazaruddin yang mengait-ngaitkan nama ketua umum dalam kasus korupsi itu," tambah Hayono.
Konsekuensi dari penyebutan nama Anas oleh Nazaruddin itulah menurut Hayono, yang justru mengakibatkan terjadinya penurunan elektabilitas PD yang hingga saat ini hampir menyentuh angka 10 persen. Karena itu dia meminta agar semua kader yang sudah disebut Nazaruddin untuk non aktif dari PD dan agar fokus menyelesaikan kasusnya. "Jadi, sebaiknya mengambil langkah non aktif," ujarnya.
Hayono berpendapat dirinya tidak melihat ada hubungan langsung antara kinerja pemerintah dengan penurunan elektabilitas PD. "Kalau memang menurun karena pemerintah, seharusnya sejak awal pemerintahan, nyatakan tidak. PD justru terpuruk ketika kasus Nazaruddin terbongkar," tuturnya mengingatkan. (A-109/A-147)***
sebenarnya pernyataan Anas
sebenarnya pernyataan Anas itu kan masih berada di kapasitasnya sebagai ketua Partai Demokrat lagipula kan pernyataan SBY juga sudah jelas dengan mengisyaratkan bahwa setiap kader partai Demokrat yang merasa mempunyai permasalahan korupsi lebih baik mengundurkan diri, jadi pada akhirnya pasti akan ada tindak lanjutnya dari pernyataan pernyataan semcam ini
Post new comment