Elf Terbalik, Satu Tewas Sembilan Luka-luka
CIREBON, (PRLM).- Satu tewas dan sembilan lainnya luka-luka, dalam sebuah kecelakaan tunggal yang dialami Elf nopol E 7507 MA, di fly over Pegambiran, Kota Cirebon, Minggu (17/6/12) sore.
Korban tewas yakni Dedin Haerudin (32), warga Babakan, Kabupaten Cirebon. Dedin merupakan kondektur elf yang tewas seketika akibat patah leher hermatum belakang. Sedangkan korban luka-luka yakni sopir dan penumpang Elf jurusan Cirebon-Ciledug. Saat kejadian, Elf tengah melaju menuju Terminal Harjamukti Kota Cirebon.
Ke-9 korban luka-luka yakni Saripudin (43), supir elf, warga Dompyong Wetan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon.
Korban penumpang, pasangan suami istri Elon bin Nasda (35) dan Nia (29) asal Tasikmalaya, Fitro Awahah (23), warga Desa Gebang Gading, RT 06/03, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Madkosim (62), warga Desa Dengal, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Sutarja bin Sujara (40), warga Desa Trusmi Kulon, Blok Sibunaer RT 05/02, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Murni (60) pedagang sayur, asal Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, Bramudityo (29) asal Rasuna Said, Jakarta, dan Oci Monika (19), asal Desa Wanacala, Kabupaten Cirebon.
Dua di antara sembilan korban luka yakni Saripudin dan Sutarja harus dirawat inap di RSUD Gunung Jati, Kota Cirebon, karena mengalami luka berat.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan "PRLM" kecelakaan terjadi akibat elf terbalik, setelah ban kanan belakang pecah saat melintas di fly over.
Menurut seorang saksi mata Suta (36), warga Surandu RT 01/12 Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, sebelum kecelakaan dia mendengar suara ledakan.
"Mungkin ledakan itu suara ban pecah. Setelah itu mobil oleng dan menabrak pagar pembatas, sebelum kemudian terguling," katanya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Eko Prasetyo menyatakan belum dapat memastikan penyebab kecelakaan tersebut. Namun, diduga pengemudi kurang hati-hati saat mengendarai mobilnya.
"Dugaan sementara sopir mengendarai elf dalam kecepatan tinggi dan tidak bisa mengendalikan laju kendaraan ketika ban tiba-tiba pecah," katanya. (A-92/A-108)***
saya setuju dengan komentar
saya setuju dengan komentar ditas. rakyat sering jadi korban oleh ulah ugal-ugalan sopir dan pementah yg tak peduli dgn standrd keselamatan di jl. raya...
Penumpang umum banyak jadi
Penumpang umum banyak jadi korban, sebaiknya Dinas Perhubungan mulai membatasi kecepatan bagi mobil penumpang umum sesuaikan trayek , Utk Crb-Cileduk max 60km /jam memakai stiker besar dibelakang mobil,jika ada sopir ugal2an masyarakat bisa melapor.jika kecelakaan diatas dikarenakan pecah ban, besar kemungkinan kecepatan mobil lebih dari 80km/jam.
Post new comment