Persentase Kelulusan UN SD di Jabar Capai 100 Persen

BANDUNG,(PRLM).- Nilai rata-rata Ujian Nasional tingkat Sekolah Dasar di Jawa Barat mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Sementara persentase kelulusan UN mencapai 100 persen.

Ditemui di ruang kerjanya, Jln. Dr. Radjiman Bandung, Jumat (15/6) Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dede Hasan mengatakan, kalau dibandingkan dengan tahun lalu, memang ada penurunan nilai rata-rata UN. Namun untuk masing-masing kabupaten kota bervariatif ada yang naik dan ada yang turun.

"Kalau dilihat ada penurunan. Nilai rata-rata UN Jawa Barat 22,33. Biasanya nanti berpengaruh pada passing grade. Tapi di masing-masing kabupaten kota ada yang naik ada yang turun," katanya.

Dede menjelaskan, di Jawa Barat ada satu siswa yang meraih nilai sempurna dengan nilai total 30. Siswa tersebut berasal dari SD Al-Azhar 12 Kabupaten Bekasi bernama Audrey Kumala dengan nilai bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA masing-masing 10.

Sementara di urutan kedua dengan nilai total 29,60 diraih oleh Difa Habiba Rahman SD Salman Alfarisi Kota Bandung. Di urutan ketiga dengan nilai 29,40 diraih oleh lima siswa. Mereka adalah Zulafa Azmi Aunun Noor SDN Gegerkalong KPAD Bandung, Nazla Aqira Maghfirani SDN Kircon 7 Kota Bandung, Nabilah Qurrota Aeni SDN Sindangbarang 2 Kota Bogor, Rosa Carmelita SD Budi Mulia Kota Bogor, dan Alya Hasna Rizki Riandita SDN Sukadamai 3 Bogor.

"Jadi total di tiga besar ada tujuh siswa. Pada Kamis (14/6) kami sudah undang para siswa ini, dan mereka memang prestasinya bagus, dan orang tuanya juga sangat mendukung pendidikan anaknya," ujarnya.

Sementara itu, Dede menjelaskan, untuk peringkat sekolah berdasarkan nilai UN diraih oleh, SDN Pakuon Garut 03 dengan nilai rata-rata 28,67, SDN Duren 1 Karawang dengan nilai rata-rata 28,38, SDN Nagri Kidul Purwakarta dengan nilai rata-rata 28,37, SD Pertiwi Kota Bogor dengan nilai rata-rata 28,08, dan SDN 2 Kasugengan Lor Kabupaten Cirebon dengan nilai rata-rata 28,07.

Sedangkan untuk urutan lima besar kabupaten kota dengan nilai UN murni diraih oleh Kota Cirebon dengan nilai rata-rata 24.08, Kota Bekasi dengan nilai rata-rata 22.99, Kota Tasikmalaya dengan nilai rata-rata 22,91, Kabupaten Sumedang dengan nilai rata-rata 22, 88 dan Kota Sukabumi dengan nilai rata-rata 22,87.

"Untuk Kota Bandung nilai rata-ratanya 22,59 dengan jumlah peserta 39.259. Kabupaten Bandung nilai rata-ratanya 22,38 dengan jumlah peserta 60.634, Kota Cimahi nilai rata-ratanya 22,59 dengan peserta 8.610, KBB nilai rata-ratanya 22,31 dengan peserta 28.138," tuturnya.

Dede menambahkan, sesuai jadwal pengumuman kelulusan dilaksanakan secara serentak Sabtu (16/6). Berbeda dengan pengumuman UN SMP atau SMA, pengumuman kelulusan UN SDd dilaksanakan di sekolah. "Hasil kelulusan sudah diserahkan ke kabupaten kota sejak Kamis. Sabtu bisa diumumkan di sekolah," ucapnya. (A-157/A-89)***

Baca Juga

unbk, kbb, cimahi, kabupaten bandung,

Cegah Kebocoran UNBK, Kemendikbud Libatkan 'Hacker'

JAKARTA,(PR).- Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi kebocoran soal-soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melibatkan para peretas komputer (hacker). Tugas para 'hacker' ini, menjaga keamanan sistem UNBK.

Pelaksanaan UNBK Terlambat Akibat Gangguan Server

MAJALENGKA,(PR).- Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dilaksanakan 750 siswa di SMK 1 Majalengka sempat terlambat akibat server di sekolah tersebut mengalami gangguan hingga kurang lebih dua jam, Senin 4 April 2016.

Pertamina Gelar Lomba Karya Kreatif Berhadiah Beasiswa

JAKARTA, (PR).- PT Pertamina (Persero), badan usaha milik negara di sektor energi terintegrasi, menyelenggarakan lomba karya kreatif dan inovatif bagi siswa kelas XII SMA/SMK dan sederajat bertema “Energi Muda Masa Depan Bangsa” dengan hadiah 15 beasiswa selama satu tahun kuliah di Univeritas Pe

Ahmad Doli Kurnia Matang Dalam Berorganisasi

BANDUNG,(PR).- Calon Ketua Umum IKA Unpad pada nomor urut dua adalah Ahmad Doli Kurnia. Lelaki berusia 45 tahun ini bukan nama baru di kancah perpolitikan. Jabatan terakhirnya sebagai Ketua DPP Partai Golongan Karya.