Harga Cengkeh Kering Terus Merosot

EKONOMI
SEORANG petani sedang menjemur cengkeh.*
EVIYANTI/PRLM
SEORANG petani sedang menjemur cengkeh.*

BANYUMAS, (PRLM).- Harga perkilogram cengkeh kering di tengah musim panen raya terus merosot, awal penan 012 harga cengkeh sempat menembus Rp 200.000,00 per kilogram, saat ini berkisar Rp 80.000,00 - Rp 90.000,00 per kg dan akan bertahan hingga panen selesai.

Namun tingginya harga cengkeh saat itu hanya dinikmati oleh segelintir petani yang panen awal, sebab pasokan hanya sedikit, sehingga petani yang punya stok cengkeh kaya mendadak. Ketika memasuki panen raya harga berangsur-angsur menurun.

"Awal panen harganya masih Rp 200 per kg tapi setelah banyak panen turun sekarang menjadi Rp 80 - 90 ribu per kg cengkeh kering," kata petani cengkeh Saman (46) warga Somagede, Banyumas Jawa Tengah.

Meski harga turun petani masih menikmati untung besar sebab petani tinggal memetik hasilnya. Keuntungannya berkurang untuk membayar ongkos petik dan transportasi saja. Saman yang memiliki sekitar 25 pohon mampu menghasilkan 75 kilogram
cengkeh basah atau sekitar 30 - 40 kg cengkeh kering. "Keuntungan hasil menjual cengkeh cukup lumayan, rencananya untuk membayar biaya sekolah anak," jelasnya

Kepala Seksi Tanaman Semusim dan Rempah Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Banyumas Gatot Hardianto mengatakan, panen raya cengkeh berlangsung antara Mei - Juni, akhir bulan ini diperkirakan panen sudah selesai.

Sehingga diperkirakan harga masih bertahan pada kisaran Rp 80 - 90 ribu per kg cengkeh kering, "Panen selesai akhir bulan ini sehingga diperkirakan tidak terjadi lagi fluktuasi, harga masih bertahan di angka Rp 80 - 90 ribu per kg," jelasnya.

Petani Banyumas yang kini sedang panen cengkeh tersebar di sejumlah santra cengkeh, yakni di Kecamatan Somagede, Tambak, Kemranjen, Sumpiuh, Banyumas, Kebasen, Gumelar dan Kedungbanteng.

Total luas lahan tanaman cengkeh di tujuh kecamatan mencapai 2.000 ha dengan jumlah tanaman sekitar 400 ribu batang dan perkiraan produksinya mencapai 200 ton per tahun."Seharusnya lebih dari 200 ton per tahun, sebab rata-rata tanaman yang ada di perkebunan rakyat usianya sudah tua dan tidak terawat dengan baik," ujarnya.

Diakui tanaman cengkeh yang kini masih ditanam masyarakat merupakan sisa dari kasus pembabatan massal tanaman cengkeh yang terjadi pada 1992. Ketika tata niaga cengkeh masih di tangani Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC).

Banyumas merupakan sentra cengkeh di Jateng, saat booming luas lahan cengkeh di kabupaten tersebut mencapai luas 10.000 ha. Namun sejak tata niaga diserahkan ke BBPC harga terus merosot petani putus asa akhirnya mereka melakukan pembabatan pohon cengkeh secara massal. Luas areal dari tahun ke tahun menyusut sampai 70 persen, kini hanya tersisa 2.000 an hektare.
.
Cengkeh merupakan komoditas spesifik, hanya untuk memenuhi pabrik rokok. Sementara pabrik rokok sendiri saat ini sudah mulai beralih ke rokok putih tak lagi mengutamakan produksi rokok kretek. "Kita hanya akan melakukan peremajaan tanaman, Dishutbun sudah menyiapkan bibit sebanyak 4400 bibit tanaman. Pada perubahan anggaran akan ditambah menjadi 10.000 pohon untuk dibagikan kepada 10 kelompok tani di sentra penghasil cengkeh," tambahnya. (A-99/A-147)***

Baca Juga

Tradisi Damai Membuat tidak Tegas

"Budaya 86" Harus Hilang di Pengawasan Ketenagakerjaan

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Budaya 86 atau "damai dalam menyelesaikan persoalan atau pelanggaran" dinilai sudah merasuk ke berbagai sektor kehidupan masyarakat tanpa kecuali di sektor pengawasan ketenagakerjaan.

Jokowi: Lemahnya Rupiah adalah Sinyal Perlunya Perbaikan Ekonomi

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Presiden Joko Widodo terus memperhatikan pelemahan pada nilai tukar rupiah yang sudah menembus angka Rp 13.000 sejak dua pekan terakhir. Presiden menilai, pelemahan rupiah itu merupakan sinyal perlunya perbaikan ekonomi Indonesia.

BTN Perluas Kredit Dukung Program 1 Juta Rumah

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyetujui setoran deviden kepada pemerintah hanya sebesar 20 persen dari laba bersih.

Harga Bawang di Tingkat Petani Mulai Turun

EKONOMI

CIREBON, (PRLM).- Harga bawang di tingkat petani mulai turun, dari semula Rp 25.000 per kg pekan lalu, saat ini menjadi Rp 20.000 per kg.

Petani pun semakin was-was, harga bawang bakal anjlok, menyusul adanya kabar pemerintah mau impor.