Demokrasi di Indonesia Bertentangan dengan Pancasila

BANDUNG, (PRLM).- Sistem demokrasi yang dilaksanakan selama ini di Indonesia bertentangan dengan Pancasila. Apabila sistem demokrasi diteruskan akan menghancurkan bangsa Indonesia sendiri.

"Sudah lama politik yang dibangun lebih berdasarkan kekuatan termasuk kekuatan dan kekuasaan materi. Siapa yang paling banyak materi kemungkinan besar akan menang karena bisa mempengaruhi masyarakat," kata Ketua Dewan Pembina Majelis Penegak Pancasila (MPP) Jabar, H. Tubagus Bakti Sudjana, dalam deklarasi MPP di Sabuga ITB, Jumat (8/6).

Sistem demokrasi yang kini dibangun, kata Sudjana, tidak didasari budaya, asas, sifat, dan jatidiri bangsa Indonesia. "Sistem musyawarah yang harusnya dikembangkan bukan adu kekuatan suara apalagi harta," katanya.

Kooptasi partai politik dalam MPR, kata Sudjana, merupakan bentuk penjajahan dan perbudakan gaya baru yang akan melenyapkan kedaulatan bangsa di semua bidang. "MPP Jabar mendesak agar segera dihidupkan dan diimplementasikan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan," katanya.(A-71/A-147)***

Baca Juga

Pungli Pejabat Pemkot, Polrestabes Bandung Tetapkan 6 Tersangka

BANDUNG, (PR).- Polrestabes Bandung menetapkan enam orang sebagai tersangka atas dugaan pungutan liar yang terjadi di lingkungan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung. Salah satu tersangka adalah pucuk pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut.

Dijanjikan Jadi CPNS, Lapor ke Inspektorat

NGAMPRAH, (PR).- Masyarakat di Kabupaten Bandung Barat diimbau waspada terhadap praktik percaloan dalam perekrutan calon Pegawai Negeri Sipil. Jika ada yang menawarkan jasa ilegal tersebut, warga diminta segera melaporkannya ke Inspektorat Daerah.

BPN Jabar Targetkan Sertifikasi 384.500 Bidang Tanah Lewat PTSL

BANDUNG, (PR).- Kanwil Badan Pertanahan Provinsi Jawa Barat menargetkan pensertifikatan tanah sistematik lengkap dan lintas sektor sebanyak 384.500 bidang di 27 kabupaten/kota se-Jabar selama 2017 ini dalam pendaftaran tanah sistematik len