Headlines

Polisi Periksa 15 Saksi Terkait Tewasnya Bobotoh

JAKARTA, (PRLM).- Terkait insiden tewasnya tiga suporter saat berlangsung laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (27/5/12), pihak kepolisian telah memeriksa 15 saksi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar (Kombes) Rikwanto di Mapolda Metro Jaya menuturkan kepada wartawan, ke-15 orang yang diperiksa yakni polisi ketika itu menemukan dan menolong korban, masyarakat yang melaporkan, serta orang-orang yang berada di sekitar TKP.

Mereka diperiksa untuk mengetahui kronologis lengkap kejadian, serta untuk mendapatkan data akurat mengenai kejadian pengeroyokan dari sudut tertentu. "Saat ini, kami masih mencoba menelusuri penyebab terjadinya pengeroyokan, apakah karena adanya salah paham atau ada masalah lain," ucapnya.

Menurut Kapolri Jendral Timur Pradopo, insiden pada saat laga Indonesia Super League (ISL) berlangsung berada di luar pengamanan pihak kepolisian. Karena pasalnya, tempat kejadian bukan berada di ring satu atau dalam stadion. "Bukan tidak terpantau, tapi memang area tersebut tidak menjadi target pengamanan. Fokus pengamanan adalah yang ada di ring road Senayan. Tapi ini tetap akan menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian ke depan untuk pengamanan," katanya.

Menurut dia, tempat kejadian, wilayah sekitar kolam renang Senayan, bukan merupakan tempat keramaian dan biasanya hanya digunakan sebagai tempat parkir mobil. "Sehingga, kami belum bisa kaitkan apakah itu terkait dengan suporter atau apa. Sebaiknya kita bersabar menunggu penyelidikan polisi," imbuh Timur menjelaskan.

Sementara itu, Kombes Rikwanto meminta para koordinator The Jakmania harus proaktif dengan pihak kepolisian jika ternyata para pelaku pengeroyokan diduga merupakan anggota The Jakmania.

"Jika memang di duga pelakunya pengeroyokan adalah anggota The Jakmania, maka kami harap mereka mau ikut bekerjasama maupun menyerahkan pelakunya ke pihak kepolisian," tuturnya.

Bukan hanya kerja sama untuk mencari pelakunya, namun juga, kata Rikwanto, terkait info-info tragedi tewasnya suporter. "Agar cepat disampaikan ke kepada kami jika ada info-info. Jika info cepat diberitahukan kepada pihak kepolisian, maka sebab, kenapa, hingga siapa pelakunya bisa cepat dicari dan ditemukan," ujar Rikwanto menambahkan. (A-161/A-108)***

Komentari di Facebook !