Disparbud Jabar Selenggarakan Pelatihan Kuliner
BANDUNG, (PRLM).- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat mulai Selasa (29/5/12) hingga Kamis (31/5) akan menyelenggarakan Pelatihan Tenaga Kuliner. Pelatihan yang diikuti oleh 30 orang peserta dalam rangka meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat pengrajin makanan tradisional untuk dijadikan buah tangan (oleh-oleh).
Dikatakan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Drs. Nunung Sobari, M.M., sumber daya manusia (SDM) di industri pariwisata mempunyai peran penting dalam bidang usaha kuliner, dimana harus memiliki pengetahuan dan skill guna meningkatkan produk kuliner yang dihasilkan, serta memiliki ciri khas yang unik dalam kemasan.
“Memenuhi syarat kesehatan makanan, serta selalu inovatif dalam pemanfaatan bahan baku produk lokal dan memanfaatkan tenaga kerja dari masyarakat, merupakan tujuan utama SDM agar menghasilkan produk kuliner yang terbaik,” ujar Nunung Sobari dalam keterangannya kepada PRLM, semalam.
Saat ini, menurut Nunung, industri pariwisata sudah berkembang secara cepat dan dinamis. Sejalan dengan itu, hal tersebut berdampak pada arus kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara ke Jawa Barat seperti negara Malaysia dan Singapura.
“Kuliner merupakan suatu peluang usaha, khususnya kuliner suatu tempat yang menjadi kawasan atau tempat kunjungan wisatawan. Dimana wisatawan datang akan mencari kuliner yang menjadi ciri khas suatu daerah sebagai salah satu kebutuhan utama bagi wisatawan untuk di konsumsi di tempat obyek wisata ataupun untuk dibawa pulang ke daerahnya sebagai oleh-oleh dari daerah yang dikunjunginya,” ujar Nunung.
Sementara Kepala Balai Pengembangan Kemitraan, Pelatihan, Tenaga Kepariwisataan dan Kebudayaan Drs. H. Moch. Kahfi M.Si menjelaskan peserta pelatihan kuliner ini sebanyak 30 orang merupakan pengrajin kuliner dari Kota Bogor. Kegiatan akan berlangsung selama 3 hari 29 s/d 31 Mei 2012 di Hotel Pangrango III Bogor.
“Tujuan diselenggarakan pelatihan ini, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang berdaya saing dan berbasis potensi daerah di bidang usaha kuliner. Meningkatkan kreatifitas dan inovatif para pelaku usaha kuliner dan meningkatkan pengetahuan mengenai pengelolaan dan pemasaran serta mutu pelayan di bidang usaha kuliner,” ujar Kahfi, seraya menambahkan bahwa peserta akan dibimbing oleh tenaga ahli dari STIEPAR Yapari Aktripa Bandung, DPD ASITA Jawa Barat, BRI Wilayah Bandung dan pakar pengemasan produk. (A-87/A-108)***
Post new comment