Peningkatan Status STKIP Siliwangi Terkendala Peraturan

PENDIDIKAN

CIMAHI, (PRLM).- Peningkatan status Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Siliwangi Bandung menjadi institut terkendala peraturan dari pemerintah pusat. Padahal, sekolah tinggi di Kota Cimahi itu sudah memenuhi persyaratan untuk menjadi institut sejak dua tahun lalu.

“Jumlah mahasiswa yang mendaftar setiap tahun mencapai sekitar enam ribu orang. Kurikulum dalam berbagai program studi pun sudah memenuhi standar nasional. Kriteria itu sebenarnya sudah memenuhi persyaratan untuk peningkatan status,” kata Ketua Program Pascasarjana STKIP Siliwangi Bandung, Prof. Dr. Engking Suwarman seusai wisuda sarjana dan pascasarjana STKIP Siliwangi, Senin (28/5/12).

Tak hanya itu, Engking mengungkapkan, STKIP Siliwangi Bandung juga menawarkan pendidikan berkualitas dengan harga yang terjangkau. Tujuannya, agar masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah juga bisa menikmati pendidikan di kampus tersebut.

Beberapa kali, menurut Engking, tim dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga sudah menyurvei kampus STKIP Siliwangi guna menguji kelayakannya untuk peningkatan status. Namun, hingga kini belum ada kepastian kapan status sekolah tinggi itu ditingkatkan menjadi institut.

“Para surveyor mungkin masih melihat kondisi gedung dan fasilitas pendidikan yang belum memadai,” katanya.

Meski demikian, lanjut Engking, STKIP Siliwangi sudah tiga kali mendapatkan akreditasi, yakni pada tahun 2000, 20004, dan 2009. Dengan demikian, dia meyakinkan, kualitas pendidikan di kampusnya bisa bersaing dengan sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Di tempat yang sama, Ketua Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IV Jabar dan Banten, Abdul Halim Hakim mengungkapkan, hingga Mei tahun ini, sudah 475 perguruan tinggi swasta di Jabar dan Banten yang terakreditasi. Meski demikian, baru sekitar 1.500 dari 2.000 program studi di sejumlah perguruan tinggi itu yang terakreditasi.

“Kami terus melakukan berbagai upaya agar jumlah perguruan tinggi yang terakreditasi meningkat 30 persen pada 2015,” ujarnya. (A-192/A-88)**

Baca Juga

Pengumuman PPDB 2015 Diundur Jadi 9 Juli

PENDIDIKAN

BANDUNG, (PRLM).- Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2015 diundur menjadi Kamis (9/7/2015) mendatang. Pengunduran dikarenakan masih dilakukannya verifikasi terhadap kebenaran penggunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) pada jalur PPDB 2015 jalur afirmasi.

Baru Empat Perguruan Tinggi di Solo Terakreditasi

PENDIDIKAN
SOLO, (PRLM).- Sekian banyak perguruan tinggi (PT) yang ada di wilayah Soloraya hanya beberapa universitas yang sudah terakreditasi secara institusi.
 

Mahasiswa UII Ciptakan Alat Pengemas Kardus Nasi

PENDIDIKAN
MAHASISWA UII menciptakan Instapres yang memudahkan para produsen kuliner untuk mengemas kardus pembungkus nasi dan kue.*

YOGYAKARTA,(PRLM).- Problem serius bagi produsen kuliner kemasan menyangkut kegiatan mengemas kardus pembungkus nasi dan kue. Cara manual dengan melipat dan menstaples satu per satu memakan waktu cukup lama.

200 Guru Honorer Kab. Bandung Diangkat Jadi CPNS

PENDIDIKAN

SOREANG,(PRLM).- Sebanyak 363 tenaga honorer dengan 200 orang di antaranya adalah guru diangkat sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS). Pengangkatan ini sebagai tindak lanjut dari kelulusan tes pengangkatan tenaga honorer kategori dua (K-2).