Sudah Dirapatkan Menko Perekonomian

Bandara Kertajati Dibangun Lebih Dulu daripada Bandara Karawang

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Bandar udara (bandara) Kertajati dipastikan akan dibangun lebih dulu dibandingkan bandara Karawang. Rencana pembangunan Kertajati sudah masuk dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) Jabar sementara belum ada satu dokumen pun yang menyatakan keberadaan bandara Karawang.

Hal itu dinyatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar Deny Juanda Puradimadja kepada "PRLM" di Bandung, Minggu (27/5/12). "Sudah ada rapat yang dipimpin Menko Perekonomian yang dihadiri Menteri Perhubungan, Bapenas, pemprov, dan pemkab, serta dihadiri oleh konsultan Jepang (JICA), disepakati bahwa Kertajati didahulukan," ucapnya.

Ia mengatakan, rencana pembangunan Karawang masih cukup lama karena studinya yang dilakukan JICA pun belum selesai. Sementara, pembangunan bandara Kertajati sudah melakukan pembebasan lahan meskipun masih terhambat.

"Tidak ada sampai hari ini dokumen. Resmi tentang bandara Karawang. Itu belum masuk di RTRW, baru taraf diskusi. Tetapi karena studinya dilakukan Jepang, mereka pintar dalam mengeksposnya sehingga selalu diperbincangkan," imbuh Deny.

Dikatakannya, kebutuhan pembangunan bandara Kertajati dan Karawang berbeda. Bandara Kertajati dibangun untuk kebutuhan Jabar sementara bandara Karawang rencananya untuk memperkuat Jakarta yang masuk dalam Metropolitan Priority Area (MPA).

Menurut Deny, bandara Jabar dibangun di Kertajati, Majalengka karena pemerintah pusat mensyaratkan tidak boleh terlalu dekat dengan Jakarta. Sementara, bandara Karawang dibangun karena masuk dalam radius 100 kilometer dari titik pusat Tugu Monumen Nasional.

"Pembangunannya pun untuk menunjang keberadaan Pelabuhan Cilamaya yang rencananya mulai proses pembangunan tahun 2015," katanya.

Deny mengatakan, untuk mempercepat proses pembangunan bandara Kertajati, ia mengharapkan masyarakat yang lahannya dipakai bisa mendukung pembangunannya dengan memudahkan proses pembebasan lahan. "Kalau semua lahan sudah dibebaskan, kita langsung bisa maju ke proses konstruksi. Saya juga bingung kenapa sudah mau Juni 2012 kok belum selesai pembebasan lahannya," tuturnya.

Pembebasan lahan yang prosesnya dimulaai sejak 2008 sudah berhasil membebaskan total 621 hektare. Tahun ini, pemprov menargetkan pembebasan lahan sebanyak 100 hektare dengan alokasi dana sebesar Rp65 miliar.

Namun, pemprov terkendala oleh perundingan yang alot di masyarakat, utamanya Desa Sukamulya. Padahal, lahan di desa itu masuk dalam area landasan pacu yang panjangnya mencapai 4.000 meter dengan lebar 60 meter. "Area itu merupakan ujungnya landasan pacu. Karena itu anggarannya akan diprioritaskan untuk Desa Sukamulya," ucapnya.

Meski begitu, ia mengharapkan masyarakat di sana juga merundingkan harga tanah yanaag dibebaskan mengacu pada hasil appraisal yang dilakukan konsultan. Dengaan begitu, kesepakatan akan lebih cepat dicapai dan cepat pula pembayarannya. (A-160/A-108)***

Baca Juga

Pemkab Bandung Adakan Temu Bisnis UKM dan Pengusaha Besar

BANDUNG RAYA

SOREANG, (PRLM).- Untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah (UKM), Pemkab Bandung mengadakan temu bisnis di Gedung M. Toha, Senin (27/4). Acara diikuti ratusan UKM Kab. Bandung dan puluhan pengusaha besar perdagangan.

Atasi Tambang Pasir Ilegal, Pemerintah dan Polisi Harus Bersinergi

BANDUNG RAYA

CIMAHI, (PRLM).- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan Kepolisian Resort Cimahi harus bersinergi untuk menertibkan penambangan pasir ilegal. Pasalnya, penegakan hukum lingkungan hidup perlu memperhatikan aspek sosial masyarakat yang hidup dari sektor pertambangan.

Satpomau Periksa Kelengkapan Identitas Prajurit

BANDUNG RAYA

SOREANG, (PRLM).- Personel Satuan Polisi Militer Angkatan Udara (Satpomau) Lanud Sulaiman melaksanakan pemeriksaan kendaraan baik roda dua maupun roda empat, Rabu (29/04/2015).

Prostitusi Daring

Anak Buah 50 Perempuan dari Indramayu, Sumedang, Majalaya

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Bandung, Mokhamad Ngajib mengatakan setidaknya ada 50 foto wanita-wanita yang diduga menjadi anak buah ketiga tersangka tersebut.