Bursa Jual Beli Mobil di Kawasan Stadion Persib Semrawut

BANDUNG, (PRLM).- Kesemrawutan terjadi pada bursa jual beli mobil yang digelar tiap hari Minggu di Jalan Ahmad Yani atau di sekitar kawasan Stadion Persib. Bursa mobil itu dikeluhkan masyarakat lantaran banyak pemilik kendaraan yang memarkirkan kendaraannya di trotoar dan badan jalan. Sehingga memacetkan arus lalu lintas disekitar lokasi.

Berdasarkan pantauan, Minggu (27/5/12), trotoar yang digunakan di antaranya disekitar Stadion Persib, sedangkan badan jalan yang digunakan ialah di depan Halte Bus dan juga di depan Dinas Pendidikan Kota Bandung bahkan hingga ke perempatan Jalan Ahmad Yani dan Gudang Utara. Tak jarang, akibat bursa itu lalu lintas disekitar lokasi pun tersendat kemudian menimbulkan kemacetan. Lantaran sebagian badan jalan kiri dan kanan pun digunakan untuk memajang kendaraan yang akan dijual.

Salah seorang warga yang merasa terganggu dan sering melewati kawasan itu, Ramdhani (32), dirinya terhambat setiap kali melewati kawasan itu. "Kan banyak kendaraan yang terkadang memperlambat jalannya karena supirnya melihat-lihat mobil juga dan akhirnya membuat macet ke belakangnya," kata Ramdhani.

Untuk itu, Ramdhani berharap Pemkot Bandung untuk menindaknya dan jangan dibiarkan. "Jangan dibiarkan, kalau terus dibiarkan akan menambah banyak dan memacetkan jalan juga," ucapnya.

Sementara itu, Kasie Penertiban Satpol PP Kota Bandung, Deden Rukmana agenda penertiban masih tetap akan dilaksanakan. Namun dirinya mengaku bila hari Minggu terbentur oleh keterbatasannya jumlah personel. "Tapi kalau hari minggu itu kadang kehabisan personil. Dengan adanya pkl gasibu. Dan bertambahnya titik car free day," ucap Deden ketika dihubungi, kemarin. (A-113/A-108)***

Baca Juga

Diskusi Banjir Bandung Selatan, Demiz Sayangkan Pengusaha tak Hadir

BANDUNG, (PR).- Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, banjir Bandung Selatan merupakan kesalahan bersama, atau 'berjamaah'. Banyak pemukiman tak berizin dibangun di lingkungan sungai, dan tak terkontrol oleh pemerintah salah satunya.

1.500 Rumah Tidak Layak Huni di Cimahi Menanti Perbaikan

CIMAHI, (PR).- Daftar tunggu rumah tidak layak huni (rutilahu) yang menanti perbaikan mencapai 1.500 unit lebih di Kota Cimahi. Anggaran daerah terbatas membuat Pemkot Cimahi berupaya mencari bantuan ke Pemerintah pusat.