Jumat, 24 May, 2013

Universitas Inggris di Cina Tawarkan Beasiswa

JAKARTA, (PRLM).- Usai pengumuman hasil ujian nasional (UN) bagi siswa SMA/SMK, calon mahasiswa Indonesia memiliki kesempatan mendapat beasiswa dari universitas Inggris yang membuka kampus di Cina. Hal ini menjadi pilihan bagi yang akan melanjutkan pendidikannya.

"Calon mahasiswa dari Indonesia juga dipersilakan untuk mencoba demo kelas perkuliahan Sino British College - University Shanghai Science Technology (SBC) di Jakarta, sehingga dapat merasakan langsung mutu pendidikan yang ditawarkan," kata Dr. Chris Bayley dari SBC di Jakarta, pekan lalu.

Kedatangannya Chris Bayley ke Indonesia bersama Collin Warmer, untuk menjadi pembicara dalam Seminar Pendidikan China 2012 yang diselenggarakan BLCI pada 26 dan 27 Mei di Hotel Novotel Mangga Dua Square, Jakarta.

Seperti diketahui, dari hasil UN SMA/SMK 2012 sebanyak 99,72 persen siswa dinyatakan lulus. Mendikbud Moh. Nuh menyebutkan, tingkat kelulusan SMA/MA tahun ini meningkat. Jika tahun lalu tingkat kelulusan 99,22 persen, maka tahun ini menjadi 99,50 persen.

Peningkatan juga terjadi pada lulusan SMK. Tahun ini, dari 1.048.972 peserta UN SMK, 99,72 persennya dinyatakan lulus. Dari 17.269 sekolah SMA/MA yang mengikuti UN 2012, sekira 15 ribu sekolah berhasil lulus 100 persen. Sementara terdapat empat sekolah dengan jumlah siswa 41 orang dinyatakan tidak lulus 100 persen.

Chris menjelaskan, sejak 2006 Konsurtium Universitas Inggris Utara (North Consortium University United Kingdom-NCUK) telah berkerja sama dengan University Shanghai Science Technology, yang merupakan universitas pemerintah Cina, mendirikan SBC.

SBC merupakan perguruan tinggi yang memberikan gelar Sarjana S1 dari salah satu Universitas Inggris yang tergabung dalam NCUK, baik seluruh perkuliahannya ditempuh di Cina maupun 1 atau 2 tahun terakhir di Inggris di antaranya University Sheffield atau University Leeds yang merupakan universitas ternama.

“Dengan demikian, melalui SBC dapat menghemat biaya dibandingkan bila seluruh perkuliahan ditempuh di Inggris. Apalagi bila memenuhi syarat untuk SMU kelas 2 atau IGCSE O level dapat langsung kuliah ke tahun ke 1 program gelar S1 serta bagi lulusan SMU atau A level atau IB Diploma dapat lompat langsung ke tahun ke 2 program gelar S1,” jelas Chris.

Ia menjelaskan, NCUK beranggotakan sembilan universitas Inggris sehingga mahasiswa SBC bisa mendapat gelar Sarjana S1 dari salah satu universitas Inggris tersebut. Seluruh matakuliah di SBC menggunakan pengantar bahasa Inggris namun siswa dapat berkesempatan belajar bahasa Mandarin di Shanghai.

Selain memiliki kualitas pendidikan yang terjamin, SBC mempunyai keunggulan lokasi, karena kampusnya berada di pusat Kota Shanghai yakni French Quarter Shanghai yang merupakan salah satu pusat keuangan dan kota termodern Cina dan dunia.

Kampus SBC memiliki dua akses Metro/MRT (Mass Rapid Transportation) serta dikelilingi bank, pusat pertokoan, restaurant sehingga mahasiswa merasa nyaman tinggal di kampus.

Chris menjelaskan SBC memberikan beasiswa langsung (brusary) berkisar Rp 14,5 jutaan serta gratis test bahasa Inggris seperti IELTS/TOEFL bagi calon mahasiswa yang mendaftar pada saat seminar berlangsung, Mahasiswa baru juga akan diantar oleh BLCI hingga tiba di asrama kampus Shanghai seperti sebelumnya.

Direktur BLCI, Ir. Samuel Wiyono, yang mendampingi Bayley mengatakan, dahulu untuk meraih gelar universitas Inggris harus merogoh kocek yang cukup dalam karena harus hidup di Inggris.

Namun dengan keterbukaan dunia Pendidikan Cina serta melalui BLCI, memungkinkan gelar dari Universitas Inggris, Australia, Kanada atau Amerika dapat ditempuh di Cina atau beberapa tahun terakhir di negara yang memberikan gelar tersebut. “Sehingga menghemat biaya, mahasiswa berkesempatan belajar berbahasa Mandarin, selain Inggris.”

Mahasiswa Asing nantinya bersama dengan mahasiswa lokal Cina dalam kelas seperti juga di SBC. “Mahasiswa lokal Cina ternyata gemar kuliah dengan pengantar Bahasa Inggris. Selain menginginkan gelar dari UK, mereka berharap juga menguasai Bahasa Inggris selain Bahasa Mandarin, sehingga lebih berkesempatan bekerja di perusahaan multinasional dibandingkan mereka yang hanya menguasai satu bahasa saja. (A-78/A-108)***

Ini bagus bagi yang

Anonymous's picture

Ini bagus bagi yang memerlukan kuliah dengan dukungan bahasa inggris, tapi saya tidak melihat disitu tidak tertulis mengenai biaya hidup disana selama dalam belajar, apakah itu semuanya ditanggung? Semoga dengan adanya program beasiswa ini bisa menambah banyak ilmu pengetahuan di indonesia, dan ke depannya indonesia menjadi semakin lebih baik, rata-rata program beasiswa ini memiliki tujuan untuk bekerja dan di tempatkan di perusahaan multinasional, yah saya memang belum pernah melihat di media, adanya beasiswa untuk calon santri di beberapa pesantren, kebanyakkan pada sekolah dan level universitas. Sebagai seorang intelektual di indonesia, kita tetap merasa bahagia dengan program ini, insya Allah semua calon mahasiswa menemukan titik terang untuk belajar dan menambah ilmu pengetahuan dengan sebaik-baiknya dan itu tidak jauh untuk mengaharumkan nama negeri tercinta Indonesia. Saya do'akan semoga berjalan dengan lancar dan para pejabat semuanya yang ada di Indonesia insya Allah sehat dan baik cara berpikirnya demi keutuhan pada negeri ini. Salam anak dari pedesaan.
Wassalam
Dero

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR