Kerusakan Jalan Soekarno-Hatta di Luar Wewenang Kontraktor

BANDUNG, (PRLM).- Kontraktor pemeliharaan Jalan Soekarno Hatta (by pass) mengaku kewalahan dengan kerusakan yang sering terjadi di ruas Kopo-Cibeureum. Pelaksana Lapangan Projek Pengaspalan ruas Kopo-Cibeureum PT Mulus Natausaha Memet Slamet mengatakan, pihaknya sudah berkali-kali melakukan upaya perbaikan, namun tidak membuahkan hasil optimal.

"Jujur saja kami megap-megap untuk pemeliharaan ruas jalan ini, overlay sudah dilakukan, patching (penambalan-red.) juga sudah dilakukan, upaya yang kami lakukan sepertinya tidak pernah cukup karena kerusakannya di luar wewenang kami, tapi kami akan tetap lakukan pemeliharaan dan perbaikan sampai tanggung jawab kami berakhir September mendatang, karena itu sudah resiko kontraktor," kata Memet, ketika dihubungi "PRLM", Rabu (23/5/12).

Dia juga mengatakan, setuju dengan adanya pengusutan penyebab kerusakan secara tuntas. "Ruas jalan Kopo-Cibeureum sudah rusak sejak tahun 1993, dan memang ada masalah saat pelebaran jalan sekitar tahun 2002, karena adanya dua sungai di ruas jalan itu yang alirannya tertutup rumah warga," tuturnya. Dua sungai yang dimaksud adalah Sungai Citepus dan Cibuntu.

Memet menyebutkan, elevasi perempatan Jalan Pasirkoja lebih rendah 42 cm dibandingkan ketinggian sungai. "Mungkin itu penyebabnya, memang harus dicari tahu agar perbaikan bisa dilakukan secara tuntas," kata Memet.

Untuk pekerjaan overlay yang dilakukan akhir tahun lalu, Memet mengaku mengeluarkan dana hingga Rp 510 juta untuk membali 600 ton aspal. "Hampir setiap hari juga dilakukan penambalan, rata-rata aspal yang harus dikeluarkan sekitar 8 hingga 10 ton per hari," katanya. (A-175/A-88)***

Komentari di Facebook !