Kamera Kini Bebas Ambil Gambar Kabah

KABAH kini bebas dijadikan latar belakang pemotretan jemaah umrah dari sebelumnya dilarang sama sekali.*
SARNAPI/PRLM
KABAH kini bebas dijadikan latar belakang pemotretan jemaah umrah dari sebelumnya dilarang sama sekali.*

MAKKAH,(PRLM).-Apabila beberapa tahun lalu jemaah haji maupun umrah akan kucing-kucingan untuk mengambil gambar di dalam areal Masjidilharam, maka dalam dua tahun terakhir dibebaskan. Namun, banyak juga jemaah yang mengeluhkan kondisi tersebut karena bisa mengganggu kekhusyuan ibadah.

"Sedang asyik-asyiknya salat di Multazam ternyata sebelahnya cekikikan karena mau difoto," kata seorang jemaah umrah Qiblat Tour, Hendi, Selasa (15/5).

Hal sama juga dikatakan pembimbing umrah Qiblat Tour, KH. Asep Totoh Gozali. "Di Raudah Masjid Nabawi banyak orang bergelantungan di Mihrab nabi lalu difoto. Ini kan sudah mengganggu kekhusyuan jemaah umrah lainnyam" katanya.

Demikian pula saat tawaf kerap terganggu saat ada orang mengambil gambar Kabah. "Bebasnya menggunakan kamera mengurangi kesakralan tempat ibadah di tanah suci. Kini tanah suci layaknya tempat-tempat ibadah lainnya yang kurang dari sisi spiritualitasnya," katanya.

Dia berharap agar pengambilan gambar hanya diperbolehkan di luar areal tawaf Masjidilharam naupun di luar areal Raudah dan komplek makam nabi di Madinah.

"Kalau tak dibatasi akan sulit lagi jemaah haji dan umrah bisa khusyu beribadah. Kita tak bisa melawan kemajuan teknologi, namun bisa mengaturnya," katanya.(A-71/A-107)**

Baca Juga

Teknologi Baru, Tonton Film 3D Tanpa Kacamata

SEBUAH layar yang dapat menampilkan film 3D tanpa menggunakan kacamata telah dikembangkan oleh para peneliti di Institut Teknologi Massachusetts (MIT), Boston, Amerika Serikat.

Polisi Gunakan Pokemon Go untuk Tangkap Buronan

RICHMOND, (PR).- Popularitas Pokemon Go di dunia sudah tak diragukan lagi. Bahkan, kini polisi di Amerika Serikat menggunakan permainan itu untuk memancing buronan.

Jelang Olimpiade, Kadar Udara di Rio Masih Buruk

SAO PAULO, (PR).- Pada tahun 2009 ketika Brazil berhasil menjadi negara tuan rumah penyelenggara Olimpiade 2016, pihaknya menyatakan bahwa kadar udara di Rio sudah dalam batas-batas yang direkomendasikan WHO. Faktanya, data di lapangan menunjukkan hasil yang berbeda.