Kamera Kini Bebas Ambil Gambar Kabah

KABAH kini bebas dijadikan latar belakang pemotretan jemaah umrah dari sebelumnya dilarang sama sekali.*
SARNAPI/PRLM
KABAH kini bebas dijadikan latar belakang pemotretan jemaah umrah dari sebelumnya dilarang sama sekali.*

MAKKAH,(PRLM).-Apabila beberapa tahun lalu jemaah haji maupun umrah akan kucing-kucingan untuk mengambil gambar di dalam areal Masjidilharam, maka dalam dua tahun terakhir dibebaskan. Namun, banyak juga jemaah yang mengeluhkan kondisi tersebut karena bisa mengganggu kekhusyuan ibadah.

"Sedang asyik-asyiknya salat di Multazam ternyata sebelahnya cekikikan karena mau difoto," kata seorang jemaah umrah Qiblat Tour, Hendi, Selasa (15/5).

Hal sama juga dikatakan pembimbing umrah Qiblat Tour, KH. Asep Totoh Gozali. "Di Raudah Masjid Nabawi banyak orang bergelantungan di Mihrab nabi lalu difoto. Ini kan sudah mengganggu kekhusyuan jemaah umrah lainnyam" katanya.

Demikian pula saat tawaf kerap terganggu saat ada orang mengambil gambar Kabah. "Bebasnya menggunakan kamera mengurangi kesakralan tempat ibadah di tanah suci. Kini tanah suci layaknya tempat-tempat ibadah lainnya yang kurang dari sisi spiritualitasnya," katanya.

Dia berharap agar pengambilan gambar hanya diperbolehkan di luar areal tawaf Masjidilharam naupun di luar areal Raudah dan komplek makam nabi di Madinah.

"Kalau tak dibatasi akan sulit lagi jemaah haji dan umrah bisa khusyu beribadah. Kita tak bisa melawan kemajuan teknologi, namun bisa mengaturnya," katanya.(A-71/A-107)**

Baca Juga

Jelang Pilpres, Clinton Unggul Tiga Poin atas Trump

WASHINGTON, (PR).- Empat hari jelang pilpres AS, pesaingan antara dua capres, Hillary Clinton dan Donald Trump, semakin menegangkan. Keduanya saat ini bersaing sangat ketat, sehingga sulit untuk memprediksi siapa yang akan menjadi pemenang.

Clinton Kalah Karena Gagal Raih Dukungan Kaum Perempuan AS

WASHINGTON, (PR).- ​Donald Trump unggul atas Hillary Clinton lewat serangkaian kemenangan mengejutkan di negara bagian Florida, Ohio, Iowa, dan North Carolina. Sementara Clinton unggul di Virginia dan Nevada.

Berharap Fenomena Trump Bisa terjadi di Prancis

PARIS, (PR).- Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 8 November 2016 lalu telah menjadi momentum positif, bukan hanya bagi warga Prancis, melainkan juga dan politisi konservatif dan nasionalis.