Harga Rongsokan Turun

EKONOMI

MAJALENGKA, (PRLM).- Harga rongsokan untuk berbagai jenis barang kini mengalami penurunan cuup tajam mencapai Rp 400 hingga Rp 500 /kg. Para pemulung mengeluh atas penurunan harga jual barang rongsokan tersebut. Penurunan harga besi bekas telah terjadi sejak empat hari lalu.

Sedangkan penurunan harga kertas, plastik, kardus dan barang lainnya menurut keterangan Pete (35), seorang bandar rongsokan di Kelurahan Tonjong serta Mumuh di Majalengka, baru terjadi pada Senin (14/5/12) siang.

Harga plastik ember dan sejenisnya yang semula diterima di tingkat bandar mencapai Rp 3.700/kg kini turun senilai Rp 400/kg atau hanya Rp 3.300/kg, demikian juga dengan plastik putih turun Rp 400 dari setiap kilogramnya, harga dus bekas yang semula mencapai 5.500/kg kini turun hingga Rp 2.000/kg. Kertas putih pun kini turun hanya Rp 1.500/kg dari Rp 2.000/kg. Harga besi bekas telah lebih dulu turun ssejak seminggu yang lalu senilai Rp 300/kg dari Rp 7.700,-/kg menjadi Rp 4.400,-/kg.

Belum jelas kenapa terjadi penurunan di saat menjelang musim kemarau, padahal biasanya penurunan harga terjadi saat musim penghujan karena barang-barang seperti kertas bobotnya menjadi lebih berat akibat basah. Atau pada saat menjelang hari raya lebaran harga rongsokan selalu turun karena kebutuhan pokok mengalami kenaikan.

“Aneh kok sekarang malah harga kertas juga turun, padahal kini mulai kemarau kondisi kertas juga semakin membaik karena kering.” ungkap Pete.

Penurunan semua harga tersebut menurutnya baru dikabari pada Senin siang, karena paginya harga masih harga lama. Yang bakal kebingungan dengan terjadinya penurunan harga ini adalah pengumpul barang, karena mereka akan dirugikan harga. Mereka menerima harga dari pemulung adalah harga lama sementara diterima bandar harga baru yang sudah mengalami penurunan. (C-28/A-88)***

Baca Juga

Kendalikan Inflasi, Presiden Minta Daerah Siapkan Anggaran Operasi Pasar

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada para Gubernur, Bupati dan Wali Kota, bahwa percuma saja pertumbuhan ekonomi mencapai 5 persen kalau inflasinya mencapai 12 persen, sebab masyarakat tidak akan mampu membeli barang, karena barang-barang yang ada akan terasa mahal.

Sosialisasi Pertalite Ke Daerah Masih Minim

EKONOMI

TASIKMALAYA, (PRLM).- Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) yang ada di Kota Tasikmalaya, belum mendapat sosialisasi dari PT Pertamina mengenai Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite.

BI Jabar - Polda Jabar Menandatangani PPK

EKONOMI
KEPALA KPw BI Provinsi Jabar Rosmaya Hadi, Kapolda Jabar Irjen Pol. M. Iriawan,Deputi Gubernur BI Ronald Waas, dan Kabareskrim Polri Komjen Pol. Budi Waseso serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya berfoto bersama seusai Penandatanganan Pokok-Pokok Kes

BANDUNG, (PRLM).- Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi Jawa Barat menandatangani Pokok-Pokok Kesepahaman (PPK) dengan Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat, Kamis (30/4/2015). Penandatangan koordinasi tersebut dilakukan Kepala KPw BI Provinsi Jabar Rosmaya Hadi dan Kapolda Jabar Irjen Pol. M.

PT Garam Harus Jadi Solusi Kekurangan Garam Industri

EKONOMI

BANDUNG,(PRLM).- PT. Garam di bawah Kementerian BUMN seharusnya mulai menjadi solusi untuk memasok kebutuhan industri dalam negeri. Berdirinya BUMN ini harus menjawab persoalan ketergantungan impor garam untuk keperluan industri pangan dan farmasi.