Penambangan Galian C Diminta Menjauh dari Permukiman Warga

SUMEDANG, (PRLM).-Dinas Pertambangan Energi dan Pertanahan Kab. Sumedang, menyarankan kepada PT Multi Marindo (MM) selaku pengelola galian C batu andesit di Desa Cinanjung, Kec. Tanjungsari, supaya menggeser posisi mesin pemecah batu dan lokasi peledakan dari pemukiman warga Perumahan Panorama Jatinangor di Desa Cinanjung, Kec.Tanjungsari.

Saran tersebut, guna menyelesaikan permasalahan dampak lingkungan dari aktivitas penambangan yang dianggap oleh warga perumahan mengganggu kenyamanan mereka.

“Oleh karena itu, kami menyarankan lebih baik mengalah demi kepentingan masyarakat sekitar,” kata Kepala Dinas Pertambangan Energi dan Pertanahan Kab. Sumedang. H. Surrys Laksana Putra, di kantornya, Jumat (11/5).

Ia sudah menyarankan agar posisi mesin pemecah batu yang asalnya berjarak 10 meter dari lokasi perumahan, digeser lebih jauh menjadi 150 meter. Begitu pula titik ledakannya, dari asalnya 100 meter dari batas tanah perumahan, digeser lebih jauh menjadi 175 mater.

“Pergeseran posisi itu, agar aktivitas penambangannya tidak menimbulkan kebisingan dan cipratan batu yang dianggap mengganggu kenyamanan warga perumahan,” tuturnya didampingi Kabid Pertambangan, Apep Koharudin.

Saran lainnya, kata dia, PT MM diminta untuk memperkecil tingkat ledakannya supaya tidak menimbulkan kebisingan dan cipratan batu yang masuk ke pemukiman. Selain itu pihak perusahaan diimbau supaya menyesuaikan dengan kondisi lingkungan masyarakat. Salah satunya dengan meningkatkan kepedulian sosial, seperti memberikan kompensasi kepada warga.

“Saran kami ini supaya ada titik temu penyelesaiannya. Di satu sisi usaha penambangannya bisa berjalan, di sisi lain masyarakat tidak terganggu kenyamanannya,” ujar Surrys

Menurut dia, tak dipungkiri PT MM sebelumnya sudah memberikan kompensasi kepada dua orang warga perumahan yang rumahnya paling dekat dengan lokasi tambang. Kompensasi itu dengan membebaskan dua rumah tipe 21 milik mereka.

“Memang sebelumnya, rumah mereka pernah kejatuhan batu split dari mesin pemecah batu hingga asbesnya bolong. Tak lama, perusahaan langsung membebaskan rumah mereka. Upaya itu sangat kita hargai guna mengantisipasi dampak lingkungan dari kegiatan galian C,” tuturnya

Ia menambahkan, berbagai saran itu diharapkan bisa dilaksanakan oleh PT MM, walaupun pola tambang galian C yang dilakukan PT MM secara teknis sudah sesuai ketentuan. Termasuk, penggunaan bahan peledak untuk mengekploitasi batu andesit.

“Namun, ketika lokasi penambangan dekat dengan pemukiman warga, sekecil apa pun dampak lingkungannya akan terasa oleh masyarakat. Oleh karena itu, kami mengharapkan agar berbagai saran dari kami ini bisa dilaksanakan. Hal itu, supaya permasalahan dengan warga perumahan cepat selesai,” kata Surrys. (A-67/A-89)***

Komentari di Facebook !
Customize This