Ujian (Kejujuran) Nasional 2012

670 Ribu Siswa SMP/Mts Jabar Ikuti UN

PENDIDIKAN

SUBANG, (PRLM).- Sebanyak 670 ribu siswa sekolah menengah pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (Mts) negeri maupun swasta di Jawa Barat, Senin (23/4/12) dipastikan mengikuti Ujian Nasional (UN). Berbagai persiapan sudah dilakukan termasuk distribusi soal, Minggu (22/4/12)sudah sampai ke tingkat subrayon dengan pengawalan kepolisian dan pengawasan tim independen. Dengan kondisi tersebut UN SMP/Mts tinggal pelaksanaannya saja.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Prof Dr. Wahyudin Zarkasih saat ditemui di Subang, Sabtu (22/4) malam. "Alhamdulillah berbagai persiapan sudah kami laksanakan. Distribusi soal juga, tidak ada masalah, minggu pagi sudah sampai ke tingkat subrayon. Jadi tinggal pelaksanaannya," katanya.

Dikatakan Wahyudin, proses distribusi soal UN mendapat pengawalan ketat dari kepolisian, dan pengawas independen. Namun berbeda dengan UN SMA, pada UN SMP ini, pengawas independen bertugas hingga ke titik bongkar soal. Namun demikian, pihaknya menjamin kemungkinan terjadinya kebocoran soal atau kecurangan lainnya tidak mungkin terjadi.

"Selain proses distrubusi diperketat, juga pembuatan soalnya lebih banyak variasinya. Jadi pengerjaannya memerlukan ketelitian dan kecermatan bagi dari peserta," ujarnya.

Wahyudin mengungkapkan pihaknya optimistis, tingkat kelulusan UN SLTP 2012 bisa lebih bagus dibanding tahun 2011. Malahan pihaknya berharap tahun ini tingkat kelulusannya bisa mencapai 100 persen. "Tahun 2011 kemarin, tingkat kelulusan peserta UN SMP mencapai 99,7 persen. Tahun ini, kami harap kelulusan bisa mencapai 100 persen," ujarnya.

Dijelaskan Wahyudin untuk mencapai itu tidak terlalu sulit. Sebab saat ini kelulusan menggabungkan nilai sekolah dengan hasil UN. Apalagi rata rata nila sekolah di Jabar sudah diatas 8. Sedangkan nilai rata rata kelulusan empat mata pelajaran UN itu empat.

Sementara itu berbagai persiapan menghadapi pelaksanaan UN di sejumlah sekolah yang ada di Kabupaten Subang sudah dilakukan. Misalnya, di SMPN 1 Subang, semua ruangan yang disiapkan untuk pelaksanaan UN sudah disterilkan termasuk lingkungan sekolahnya. Kepala SMPN 1 Subang E.Heni Rodiah mengatakan peserta UN di sekolahnya tercatat sebanyak 221 siswa. Mereka akan menggunakan 12 ruang kelas pada saat mengikuti UN.

"Sistem pengawasan dilakukan oleh sesama guru SMP dengan cara silang. Di kami pengawasnya berasal dari SMPN yang berbeda, setiap ruang ujian diawasi dua orang," katanya.(A-116/A-108)***

Baca Juga

Swasta Ingin Lebih Ada Kesetaraan Dalam PPDB

PENDIDIKAN

SOREANG,(PRLM).- Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kab. Bandung, Akhmad Mamat Chusowie, meminta pemerintah agar menjadikan sekolah-sekolah swasta sebagai mitra dan statusnya sama dengan sekolah negeri.

Sejumlah Orangtua Pertanyakan Sistem PPDB

PENDIDIKAN
SEJUMLAH orangtua dan calon siswa tengah menunggu menyelesaikan administrasi dalan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 1 Cianjur. Diduga di sekolah favorit tersebut terjadi jual beli dalam penerimaan PPDB.*

CIANJUR,(PRLM).- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di lingkungan SMAN 1 Cianjur terindikasi terjadi jual beli. Pasalnya siswa yang memiliki nilai Ujian Nasional dan raport tinggi ternyata malah tidak diterima. Sementara siswa yang mendaftar dengan nilai dibawahnya malah diterima.

Daya Tampung 207 Prodi Tak Terpenuhi di SBMPTN 2015

PENDIDIKAN

JAKARTA, (PRLM).- Sebanyak total 121.653 peserta dinyatakan lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SBMPTN) 2015. Namun, ternyata terdapat kuota di sejumlah perguruan tinggi yang tidak terpenuhi atau masih kosong.

Mahasiswa Keturunan Kecewa dengan Keputusan Departemen Pendidikan AS

PENDIDIKAN

WASHINGTON, (PRLM).- Departemen Pendidikan Amerika telah menolak keluhan yang diajukan mengenai Universitas Harvard oleh sekelompok mahasiswa Amerika keturunan Asia, yang menuduh universitas itu menggunakan kuota ras untuk menolak calon mahasiwa keturunan Asia yang memiliki nilai-nilai akademis y