Headlines

Warga Kota Bandung Keluhkan Pelaksanaan e-KTP

BANDUNG, (PRLM).- Pelaksanaan elektronik KTP (e-KTP) di Kota Bandung tidak mulus seperti yang diharapkan. Ternyata dalam pelaksanaannya mengalami kendala, salah satunya waktu yang ditargetkan selalu meleset sehingga pemohon e-KTP harus menunggu seharian.

"Saya datang ke kantor kecamatan Cidadap sejak pukul 7 pagi, tapi hingga pukul 16.00 sore belum juga dipanggil," kata Yuningsih saat ditemui di kantor kecamatan Cidadap, Kamis (19/4/12).

Yuningsih bernomor antrian 251, harus menunggu seharian untuk diambil datanya dalam program e-KTP. "Mau pulang udah tanggung, makanya saya menunggu saja disini," ujarnya.
Esih (52) mengaku hal yang sama dirinya sudah cukup bersabar untuk direkam datanya untuk e-KTP. "Sampai saya ketiduran disini," katanya.

Diantara puluhan warga yang antri, satu diantaranya Ahmad Mulyana, ingin didahulukan. Dan dia langsung menghadap Camat Cidadap Pepen Efendi yang kebetulan baru datang. Dia kelihatannya maksa ingin didahulukan padahal dia mendapat nomor antrian 300.

Beberapa warga yang telah menunggu itu sontak meminta agar camat tidak menggubrisnya karena mereka juga sudah seharian menunggu giliran. "Masa baru datang mau didulukan, kami aja disini sudah seharian menunggu," katanya.

Hal yang sama juga terjadi di Kecamatan Coblong, Batununggal dan kecamatan lainnya. Puluhan warga harus antri seharian untuk mendapatkan giliran perekaman data.
Warga umumnya berharap agar proses perekaman data untuk e-KTP ini bisa lebih cepat. Tidak seperti sekarang harus menunggu lama.

Camat Cidadap Pepen Efendi mengatakan perekaman data di kecamatan Cidadap per hari ditargetkan 300 orang. Namun pada kenyataannya target itu tidak bisa diselesaikan semuanya dalam waktu kerja delapan jam. Sehingga sisanya harus dilanjut setelah jam kerja. "Rabu kemarin saja sampai pukul 9 malam untuk menyelesaikan entri data sebanyak 300 orang tersebut," katanya.

Sekretaris camat, H. Maman R mengatakan tidak selesainya entri data sesuai jam kerja karena perekaman data melebihi waktu yang ditentukan. "Seharusnya 3 menit per orang, ini malah bisa sampai 5 hingga sepuluh menit per orang," katanya.

Belum lagi ada gangguan seperti aliran listrik padam dan alat yang kurang sensitif untuk merekam sidik jari dan kornea mata. "Jadi kalau tidak pas perekamannya tidak masuk sehingga harus diulang lagi. Makanya untuk satu orang bisa sampai lima menit," katanya. (A-113/A-108)***

Komentari di Facebook !