Harga Semen Naik Tiga kali Lipat

BANDUNG, (PRLM).-Harga semen alami kenaikan hingga tiga kali lipat sejak bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diisukan akan naik pada 1 April yang lalu. Kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh naiknya harga bahan baku semen dan susahnya mendapatkan suplai barang dari distributor.

“Sejak seminggu sebelum rencana kenaikan BBM, harga semen sudah alami kenaikan hingga tiga kali. Bahkan suplainya pun sempat tersendat. Saat ini, harga tidak mungkin kembali turun,” ujar penjual bahan bangunan, Haerudin (28), saat ditemui di tokonya Jl. Raya Cikutra Barat No.48, Bandung, Rabu (11/4).

Kenaikan harga hingga tiga kali terjadi pada semen 50 kilogram, sedangkan untuk yang 40 kilogram kenaikannya hanya sekali. Ia mengungkapkan, saat ini semen 50 kilogram dijual seharga Rp 60.000 per zak.

“Semen tersebut, sebelum ada isu kenaikan harga BBM saya jual seharga Rp 58.000 kemudian naik menjadi Rp 59.000 dan mungkin akan naik lagi minggu depan, sekira Rp 62.000 per zak,” katanya.

Sementara itu, dari sisi penjualan, permintaan semen relatif masih normal. Akan tetapi, ada pergeseran konsumen.

“Biasanya permintaan semen kebanyakan datang dari pengusaha yang sedang memiliki proyek tertentu, seperti pembuatan gedung perkantoran atau sedang menggarap pebaikan jalan. Sekarang, pembeli sebagian besar dari perorangan saja,” tambahnya.

Harga semen yang sudah naik hingga tiga kali tersebut juga diakui oleh penjual lainnya, Hani (40). Menurutnya, walaupun saat ini persediaan barangnya sudah kembali normal, namun harganya tetap belum turun.

“Saya semen merek Tiga Roda yang 50 kilogram saya jual seharga Rp 59.500, sementara untuk Holcim dan Gresik Rp 59.000,” ujarnya.

Namun demikian, ia akui permintaan semen dari konsumen masih tetap tinggi, walaupun harganya terus merangkak naik sejak sebulan terakhir. “Ya gimana lagi, semen kan termasuk bahan dasar bangunan, jadi konsumen hanya bisa menerima saja jika harganya naik,”ucapnya.

Menurut penjual lainnya, Deden Solihin (38), BBM yang tidak jadi naik belum mempengaruhi harga-harga bahan bangunan yang sudah terlanjur naik.

Secara keseluruhan, hampir sebagian besar bahan bangunan seperti semen, besi dan pasir yang sudah alami kenaikan harga tidak akan turun kembali. “Kenaikan harga terjadi karena masalah transportasi dan bahan baku yang mulai naik,” ujarnya.

Saat ini, ia menjual semen merek Tiga Roda yang 50 kilogram seharga Rp 60.000, sedangkan merek Holcim Rp 59.000. “Harga semen rata-rata naik Rp 1000 hingga Rp 2000 setiap minggunya. Namun demikian, permintaan semen masih normal. Seminggu saya bisa menjual sebanyak 800 zak,” kata Solihin. (CA-02/A-89)***

Baca Juga

Impor Jeroan Akan melambungkan Harga Daging Sapi

JAKARTA, (PR).- Rencana pemerintah pusat yang akan mengimpor jeroan sapi dikhawatirkan akan membuat harga daging sapi lebih tinggi. Pemerintah diminta berhati-hati dalam menggulirkan kebijakan tersebut agar sesuai dengan kebutuhan pasar.

Stop Pencurian Listrik, PLN Luncurkan SPLU

JAKARTA, (PR).- Sebuah terobosan baru diluncurkan guna menekan pencurian listrik yang biasa dilakukan dengan cara mencantol atau cara lainnya.

Pertamina Harus Tetap Jadi Pengendali Panas Bumi

JAKARTA, (PR).– Operasional PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak usaha PT Pertamina (Persero), saat ini dinilai berjalan baik dan memiliki proyeksi bisnis ke depan yang kuat. Apalagi, PGE saat ini menjadi pionir dalam pengembangan energi panas bumi di Tanah Air.