Presiden Harus Tegas Terhadap Aksi Wamenkum

JAKARTA, (PRLM).- Ketua Komisi II DPR Agun Gunanjar menegaskan, Presiden harus mengambil tindakan tegas terhadap perilaku pemukulan Wamenkum Denny Indrayana terhadap petugas LP Kelas II Pekanbaru, Darso Sihombing.

"Sebagai anggota DPR saya meminta presiden memberikan teguran keras, bila perlu mencopot jabatannya," tegas Agun kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/4).

Melihat kelakukan Denny yang terkesan arogan, Agun menilai semua orang pasti marah apalagi anggota DPR. Pasalnya tindakan Denny tidak mencerminkan seorang pemimpin. "Jangankan anggota DPR, rakyatpun yang melihat pasti marah," ucapnya.

Jika Benar Denny Indrayana melakukan pemukulan, menurut politikus Golkar ini, akan sangat memalukan sama sekali dan tidak mencerminkan orang yang tahu soal hukum. "Ini kejadian yang sangat memprihatinkan, memalukan, seorang pakar hukum, pejabat di bidang hukum," tukasnya.

Agun menjelaskan peristiwa tersebut berawal pukul 02.30 dinihari, Wamenkum dan rombongan dari BNN, berusaha melakukan inspeksi mendadak di LP Kelas II Pekanbaru untuk memeriksa tiga narapidana yang diduga melakukan tindakan pencucian uang.

Wamenkum dan rombongannya berupaya masuk namun pintu tidak dibuka oleh petugas LP karena sesuai protap harus seijin Kepala LP setempat. Akhirnya petugas jaga saat itu menyerah dan membuka pintu, hingga terjadi pemukulan dan penendangan yang diduga dilakukan oleh ADC Wamenkum. (A-109/A-26).***

Baca Juga

Ini Pekerjaan Rumah untuk Menpan RB dan Kepala BPN yang Baru

Jakarta, (PR).- Pergantian menteri Kabinet Kerja yang kedua oleh Presiden Jokowi mendapat apresiasi dari Komisi II DPR RI. Perombakan kabinet ini diharapkan mampu menguatkan konsolidasi dan menguatkan program Trisakti Nawacit, sehingga kinerja pemerintah meningkat signifikan.

Eksekusi Mati Dilakukan Tengah Malam Ini

CILACAP, (PR).- Ekskusi hukuman mati terhadap terpidana mati gembong narkoba di Nusakambangan Cilacap Jawa Tengah dipastikan dilakukan pada Kamis 28 Juli 2016 malam ini.

Indonesia tak Mau Turki Ikut Campur Urusan Dalam Negeri

JAKARTA, (PR).- Pemerintah Indonesia menegaskan kedaulatan Indonesia dan tidak ingin adanya pihak luar mencampuri urusan dalam negeri. Hal ini termasuk berkaitan dengan keberadaan sekolah-sekolah yang ada di Indonesia.

REVOLVER  Colt .45 yang pernah dimiliki Jenderal George S. Patton terjual seharga US$ 75.000 pada lelang di Los Angeles.*

YLBHI: Eksekusi Mati Cacat Hukum

JAKARTA, (PR).- Ekesekusi mati yang dilakukan pemerintah terhadap tiga terpidana mati yakni Sack Osame, Humprey Jefferson, dan Freddy Budiman beberapa waktu lalu dianggap melanggar sejumlah undang-undang.