Drago, "Mourinho Sekalipun, Pasti Kesulitan"

BANDUNG, (PRLM).- Tekanan yang sangat besar yang ada di tubuh Persib Bandung akan membuat siapapun pelatih yang menukangi "Maung Bandung" kesulitan. Hal tersebut seperti diutarakan Mantan pelatih Persib Drago Mamic.

Pelatih yang baru saja mengundurkan diri dari kursi pelatih Persib itu menuturkan, begitu banyaknya tekanan dan penilaian yang sebenarnya salah hanya akan mempersulit seorang pelatih dalam bekerja.

"Satu hal penting yang harus sampaikan adalah, manajemen harus bisa lebih memberikan kepercayaannya pada pelatih. Masalah taktik misalnya bukan porsinya manajemen untuk turun tangan," ujarnya kepada "PRLM" ketika ditemui di apartemennya, Bandung, Kamis (29/3) malam.

"Bahkan, mungkin pelatih sekelas Mourinho pun pasti akan sulit jika dihadapkan dengan situasi yang saya lalui seperti ini. Pasti sulit karena kepercayaan manajemen kepada pelatih sangat penting," katanya.

Drago menuturkan, ini adalah kali pertamanya dala karir kepelatihannya ia memutuskan mengundurkan diri. "Situasi di sini memang cukup sulit, apalagi ketika kami memulai kompetisi juga dihadapkan dengan dualisme kompetisi. Tapi ya kadang hal seperti ini terjadi dalam sepak bola," katanya.

Meski begitu, Drago mengaku senang pernah menjadi bagian dari keluarga besar Persib. "Saya juga sangat bangga karena hasil di putaran pertama ini bukanlah kegagalan. Saya yakinkan itu. Persib akan lebih baik di putaran kedua. Semoga pelatih baru yang menukangi Persib nanti bisa tetap membawa tim di jalur yang baik ini," ucapnya. (A-197/A-147)***

Baca Juga

PBFC vs Persib, Sergio van Dijk Diragukan Tampil

SERGIO van Dijk hampir bisa dipastikan absen pada leg pertama semifinal Piala Presiden 2017 saat Persib bertandang ke markas Pusamania Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda, 1 Maret 2017 mendatang.

Ini Skenario Pelatih Persib di Segiri

SAMARINDA, (PR).- Mengakhiri duel tanpa kebobolan menjadi misi utama Persib Bandung pada laga pertama semifinal Pila Presiden 2017 kontra Pusamania Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Kamis 2 Maret 2017.