Kredit Cinta Rakyat Sepi Peminat

CIREBON, (PRLM).- Program Kredit Cinta Rakyat (KCR) yang digulirkan PemprovJawa Barat (Jabar) sepi peminat. Meski sudah diluncurkan sekitar 6 bulan, dari dana yang dialokasikan sebesar Rp 165 miliar, yang diserap baru sekitar Rp 2 miliar. Padahal, bunga kredit tersebut lebih kecil dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) yakni hanya 9,3 persen. Sementara bunga KUR 14 sampai 22 persen.

Kepala Bappeda Jabar Deny Juanda mengakui soal kecilnya penyerapan KCR. Menurut dia, ada beberapa kemungkinan soal kecilnya penyerapan KCR. "Kecilnya penyerapan KCR, mungkin karena kurangnya sosialisasi atau mungkin juga karena sulitnya warga mengakses kredit tersebut," katanya di sela-sela acara musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) wilayah III Cirebon di Gedung Negara, Cirebon, Rabu (28/3/12).

Meski sampai saat ini, penyerapan KCR masih rendah, Pemprov Jabar bakal menambah alokasi dana KCR tahun 2012 ini sebesar Rp 100 miliar. Dikatakannya, semua warga Jabar yang memiliki usaha dengan kategori kecil dan mikro bisa mengakses kredit tersebut. Kredit untuk usaha kecil dan mikro bisa diserap dengan plafon sampai Rp 50 juta.

"Warga bisa mengakses kredit tersebut melalui Bank Jabar Banten, karena dana yang bersumber dari APBD Jabar tersebut dititipkan di BJB," ujarnya. (A-92/A-88)***

Baca Juga

PDIP Ajukan Catatan Keberatan RUU Pengampunan Pajak

JAKARTA, (PR).- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPR lewat Pimpinan Fraksi Komisi XI Gusti Agung Rai Wiajaya mengajukan catatan keberatan atau minderheids nota terhadap Rancangan Undang-Undang tentang pengampunan pajak atau Tax Amnesty.

Penjualan Kue Kering Meningkat Tajam

BANDUNG, (PR).- Pedagang kue kering mengalami peningkatan penjualan yang sangat signifikan. Kenaikan penjualan bervariasi, sebagian pedagang naik 200 persen, tapi ada juga yang hingga 300 persen.

ADE Zakaria (kanan) menunggu calon pembeli sayuran di jongkonya di Pasar Sayati, Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Jumat (16/1/2015). Hampir semua komoditas sayuran harganya turun kembali stabil. Hal tersebut karena pasokannya tersedia

Kenaikan Harga Karena Ulah Spekulan

BANDUNG, (PR).- H-2 menjelang Lebaran, harga sejumlah komoditas di pasar tradisional, diantaranya di Pasar Ciroyom, kembali melonjak. Kenaikan tersebut disinyalir lebih dikarenakan spekulasi para pedagang yang menaikkan harga untuk meraup untung lebih dibandingkan persoalan pasokan.