Jembatan Kereta Api Serayu Memprihatinkan

JEMBATAN kereta api diatas Sungai Serayu sepanjang 290 meter yang menghubungkan rute Kroya-Bandung kondisinya memprihatinkan.*
EVIYANTI/PRLM
JEMBATAN kereta api diatas Sungai Serayu sepanjang 290 meter yang menghubungkan rute Kroya-Bandung kondisinya memprihatinkan.*

BANYUMAS, (PRLM).- Jembatan kereta api diatas Sungai Serayu sepanjang 290 meter yang menghubungkan rute Kroya-Bandung kondisinya memprihatinkan. Dua pilar dari enam pilar yang ada sudah miring dan ambles akibat diterjang arus sungai Serayu.

"Jembatan tersebut kini harus ditopang dengan penyangga pada dua dari keenam pilarnya, karena mengalami penurunan dan kemiringan," kata Kepala Satuan Kerja Cirebon – Kroya Ditjen Perkeretaapian Wicaksono Indarto ST dalam pemaparan rencana kerja Satker Cikro tahun 2012 wilayah Daop 5 Purwokerto di depan Manajemen PT KAI Daop 5, melalui Humas PT KAI Daop 5 Surono, Senin (26/3/12).

Kondisi jembatan yang dibangun pada tahun 1894 tersebut sebelum dilakukan penyanggaan pilar nomor 4 mengalami penurunan sedalam 10 cm dan pilar nomor 5 mengalami kemiringan sejauh 5 cm ke arah timur.

Penurunan dan kemiringan kedua pilar jembatan ini terjadi akibat erosi arus sungai pada dasar pilar-pilar jembatan.

Keberadaan jembatan yang memotong sungai Serayu antara Maos – Kasugihan ini sangat vital bagi kelancaran transportasi kereta api lintas selatan yang menghubungkan Maos – Bandung dan Maos – Cilacap.

"Oleh karena untuk memperlancar transportasi kereta api lintas Kroya – Bandung dan Kroya – Cilacap, akan segera dibangun jembatan baru antara Maos – Kasugihan. Jembatan ini akan menggantikan jembatan lama bernomor BH 1549 yang digunakan saat ini," jelasnya. (A-99/A-88)***

Baca Juga

Ledakan di Depan Gereja Oikumene Samarinda Lukai Anak-anak

SAMARINDA, (PR).- Ledakan yang diduga berasal dari bom molotov terjadi di depan Gereja Oikumene di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu siang, 13 November 2016. Kejadia ini mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka.

Pemerintah tak Ingin Ada Unjuk Rasa 25 November

JAKARTA, (PR).- Melalui konsolidasi yang sudah dilakukan Presiden Joko Widodo baik pada TNI, Polri, para ulama, serta proses penegakan hukum yang dilakukan transparan atas Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama, pemerintah berharap tidak ada lagi unjuk rasa 25 November 2016.

Komisi III Apresiasi Polisi dalam Penetapan Tersangka Ahok

JAKARTA, (PR).- Komisi III DPR RI memberikan apresiasi kapada Polri yang telah bekerja secara profesional, independen dan transparan atas keputusan yang diambil dalam gelar perkara yang telah menyita perhatian publik secara luar biasa itu.