Polres Bogor Sita Senjata Api dan Amunisi dari Kawanan Perampok

JAWA BARAT

CIBINONG, (PRLM).- Pihak kepolisian resort (Polres) Bogor tengah mendalami kawanan perampokan khusus kendaraan bermotor yang selama ini menggunakan senjata api (senpi) dengan tersangka A (30) dan AN (30) yang berhasil ditangkap. Proses penyelidikan tengah dilakukan untuk mengetahui apakah kedua tersangka memiliki jaringan dengan kawanan perampok lainnya atau bagaimana. Sejak Jumat (23/3) kedua tersangka masih ditahan di Mapolres Bogor.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Imron Ermawan, Jumat (23/3) di Mapolres Bogor, Cibinong mengatakan, dari tangan kedua tersangka pihak kepolisian berhasil menyita sepucuk senjata api revolver berserta enam butir amunis. “Adanya penggunaan senjata api dalam melakukan aksi perampokan telah memberikan gambaran bagaimana kedua kawanan tersebut dalam menjalankan aksinya. Artinya dengan dibekali senjata api tentu kawanan ini termasuk kelompok kelas berat,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka tersebut tergolong kawanan perampok yang melakukan aksinya bukan saja di wilayah Kab. Bogor tetapi juga di wilayah Kota Bogor serta sampai di sejumlah daerah Metro Jaya. “Jadi, wilayah yang dijadikan sasaran perampokan oleh kedua orang itu cukup luas dan itu lintas daerah,” jelas Imron.

Kedua tersangka ditangkap polisi ketika usai menjalani aksinya di depan Carefour Cibinong pada Selasa malam pukul 22.30. Kedua tersangka ditangkap bersama sejumlah barang bukti selain senjata api, juga sepeda motor hasil curian.

Sebelum ditangkap, ternyata kedua kawanan itu telah melakukan aksi di dua tempat yang berbeda. Pada pukul 20.00 wib mereka menjalani aksi pencurian sepeda motor di daerah Kedung Halang, Kota Bogor. Dalam aksinya tersebut berhasil mengondol sepeda motor Yamaha Yupiter.

Kemudian, pada pukul 21.30 kembali mereka melakukan aksi pencurian serupa di daerah Pabuaran, Kec. Cibinong. Lagi-lagi mereka berhasil membawa sepeda motor Yamaha Mio warna putih. Dalam satu hari, kedua tersangka itu telah berhasil mencuri dua sepeda motor.

Namun, kata Imron, aksi mereka dicium oleh aparat kepolisian. Apalagi pada hari yang sama, kepolisian mendapatkan pengaduan tentang adanya sepeda motor yang hilang. “Berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat, maka upaya penyelidikan dilakukan. Hasilnya, kedua tersangka ditangkap kepolisian di depan Carefour Cibinong,” jelasnya.

Kedua tersangka yang sudah diincar aparat itu tidak memberikan perlawanan ketika ditangkap meski mereka membawa senjata api. “Memang sejumlah petugas dikerahkan untuk menangkap tersangka. Karena waktu cukup malam dan suasana agak sepi, kedua tersangka tidak memberikan perlawanan ketika ditangkap,” ujarnya.

Ketika ditangkap, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti kunci letter T sebanyak 11 buah, pegangan kunci dua buah, sepeda Yamaha Yupiter warna hijau, sepeda motor Yamaha Mio warna putih, serta senjata api beserta amunisinya.

Menurut Imron, aksi yang dilakukan kedua tersangka selama ini sudah banyak dan terjadi di sejumlah beberapa daerah. Untuk itu, saat ini tengah di dalami dimana saja tersangka menjalankan aksinya, dan bagaimana tersangka menjual aksi curian dan sebagainya.

Terkait dengan kejahatan yang dilakukan kedua tersangka, polisi menjerat dengan Undang-Undang No 12 tahun 1951 tentang Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara serta pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun. (A-134/A-108)***

Baca Juga

4.278 Ha Tanaman Padi di Kab. Indramayu Puso

JAWA BARAT

INDRAMAYU, (PRLM).-Sebanyak 4.278 hektare tanaman padi mengalami puso dan 15.273 hektare lainnya yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Indramayu, kini terancam kekeringan.

Cianjur Dapat Sekitar 510 BSPS-BK

JAWA BARAT

CIANJUR,(PRLM).- Kabupaten Cianjur dipastikan akan kembali mendapatkan Bantuam Stimulan Perumahan Swadaya Berbasis Komonitas (BSPS-BK) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Pemkot Sukabumi Gugat Pengembang yang Ingkar Janji Sediakan Pemakaman

JAWA BARAT

SUKABUMI, (PRLM).- Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, Rabu (5/8/2015) menuduh sejumlah pengembang perumahan ingkar janji tidak menyediakan tempat pemakaman. Padahal, saat mengajukan permohonan izin para pengembang melampirkan lahan pemakaman yang tersaji dalam siteplan pembuatan perumahan.

133 Orang Korban Penipuan Tenaga Kerja Lapor Polisi

JAWA BARAT

CIREBON, (PRLM).- Sedikitnya 133 orang tenaga kerja dari sejumlah daerah di Jawa dan Bali diduga menjadi korban penipuan agen pencari kerja. Diduga jumlah korban lebih banyak lagi, karena melibatkan agen pencari tenaga kerja di Jawa dan Bali.