PKS Dukung Pemerintah Sampai 2014 Meski Tolak Kenaikan BBM

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Pemerintah diharapkan tak paranoid menghadapi demo kenaikan harga BBM. Demo adalah hal yang wajar. "Saya kira ini paranoid, ketakutan yang berlebihan. BBM naik kan dirasakan berat bagi masyarakat. Saya katakan agak paranoid, kalau unjuk rasa jangan dihubungkan dengan kenaikan harga BBM," kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari PKS, M. Nasir di Jakarta, Senin (5/3//12).

Demo kenaikan harga BBM itu biasa saja. Karena itu, tak pantas mengaitkannya dengan penggulingan pemerintahan SBY-Boediono, atau makar. "Saya bilang demo BBM itu bagian dari demokrasi. Saya menyayangkan kemudian menghubungkan dengan penggulingan. Penggulingan ada mekanisme konstitusi di DPR," kata Nasir lagi.

Namun demikian bukan berarti PKS ada di belakang demo, meski PKS menolak kenaikan harga BBM, namun PKS tetap akan mendukung terjaganya pemerintah sampai tahun 2014. "Kita tetap mendukung pemerintahan sampai 2014," ujarnya meyakinkan. (A-109/A-88)***

Baca Juga

Gunakan Faktur Fiktif, 63 Wajib Pajak di Jateng Ditengarai Mengemplang Pajak

NASIONAL

SOLO, (PRLM).- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Faktur Pajak bersama Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah II, mulai Senin (3/8/2015) melakukan klarifikasi terhadap 63 wajib pajak (WP) yang ditengarai menggunakan faktur pajak yang tidak digunakan semestinya

Pasal Penghinaan Mungkin Dihidupkan Lagi

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Munculnya draft pasal penghinaan presiden dalam revisi UU KUHP sebagai sesuatu yang mengada-ada, karena pasal itu sudah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Muktamar Ke-47 Muhammadiyah

13 Formatur Ketua Umum Muhammadiyah Terjaring

NASIONAL

MAKASSAR, (PRLM).- Sebanyak 13 formatur yang akan menentukan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah telah terjaring dalam Sidang Muktamar Muhammadiyah di Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (5/8/2015) malam.

Jarak Pendakian ke Gunung Merapi Dibatasi

NASIONAL

YOGYAKARTA,(PRLM).-Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi menyarankan pendaki Gunung Merapi pada saat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia hanya dilakukan hingga Pasar Bubar saja dan tidak sampai di puncak.