Citanduy akan Disodet untuk Pulihkan Segara Anakan

NASIONAL

CILACAP, (PRLM).- Penyelamatan Segara Anakan perbatasan Kabupaten Cilacap Jawa Tengah - Ciamis Jawa Barat dengan penyodetan muara Sungai Citanduy dibuka kembali. Setelah selama hampir tujuh tahun projek senilai Rp 3 triliun mandeg di tengah jalan.

"Kondisi Segara Anakan sudah kembali pada saat 2005 lalu. Semakin menyempit oleh sedimentasi Cungai Citanduy. Satu-satunya jalan penyelamatan Segara Anakan (SA) adalah dengan penyudetan Sungai Citanduy di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat," kata Dinas Kelautan Perikanan dan Pengelola Sumber daya Kawasan Segara Anakan (DKPPSKSA) Kabupaten Cilacap Muchamad Harnanto Jumat (2/3/12).

Pada 2005 luas perairan tinggal 600 hektare kemudian dilakukan pengerukan luas kawasan perairan bertambah menjadi 700 ha. Namun saat ini kondisinya sudah kembali seperti 2005 lampau.

Pemkab Cilacap sudah menyampaikan persoalan ini Presiden. Termasuk, melakukan pertemuan dengan sejumlah instansi di Banjar Patroman, Kota Banjar, Jabar, untuk membahas rencana sudetan ini.

Menurut dia, anggaran untuk kegiatan tersebut diperkirakan mencapai Rp 3 triliun yang akan digunakan untuk pembuatan sudetan, pengerukan Segara Anakan, dan reboisasi. "Anggaran paling besar pada kegiatan sudetan," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Jaica Jepang dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy bersedia membantu. Jaica sudah melakukan kajian di SA, cuma hasilnya dia belum tahu.

Rencananya, Sungai Citanduy yang bermuara di Segara Anakan akan disudet melalui Kabupaten Ciamis, Jabar, dan keluar di Nusawiru yang berada di sekitar Pantai Pangandaran.

Menurut dia, penyudetan ini akan dilakukan karena Pemerintah Provinsi Jawa Barat khususnya Pemerintah Kabupaten Ciamis bersedia menerima usulan yang telah diwacanakan sejak tahun 1978-1979 silam. (A-99/A-88)***

Baca Juga

Warga Bantaran Diimbau tak Konsumsi Air Sungai

NASIONAL

YOGYAKARTA,(PRLM).- Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengimbau warga di bantaran sungai tidak mengonsumsi langsung air dari sumur yang terkena luapan air sungai, namun lebih baik diendapkan terlebih dulu baru dimasak dan dikonsumsi.

Eksekusi Mati

Soal Eksekusi, Kejagung Bantah Ada Tekanan dari Prancis

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Kejaksaan Agung membantah adanya penundaan eksekusi terpidana mati warga negara Prancis, Serge Areski Atlaoui karena adanya tekanan dari pemerintah Prancis.

Eksekusi Mati

Pegiat HAM Jangan Bikin Gaduh

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).-‎ Anggota Komisi III DPR, Arsul Sani, mempertanyakan niat para pegiat hak asasi manusia dalam memprotes eksekusi Mary Jean.

Dalam protes, mereka menggembar-gemborkan bahwa Mary Jean hanya pesuruh, bukan bagian dari gembong narkoba.

Dalam 17 Minggu 7 Orang Meninggal Akibat DBD

NASIONAL

SOLO, (PRLM),- Kasus penyakit demam berdarah dengoe (DBD) di Kota Solo, dalam 17 minggu terakhir mengalami peningkatan. Laporan yang masuk ke Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, tercatat sebanyak tujuh orang meninggal karena positif serangan DBD dan ratusan orang dirawat di sejumlah rumah sakit.