Pusat Perawatan Lokomotif ASEAN Dibangun di Indonesia

JAKARTA, (PRLM).- GE Transportation dan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI mengumumkan telah menandatangani Nota Kesepakatan (MOU) untuk membentuk Aliansi jasa atau kerjasama operasi.

Dalam nota kesepakatan itu dikatakan kedua belah pihak akan membentuk sebuah pusat perawatan (service center) lokomotif untuk wilayah ASEAN yang meliputi negara-negara Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Philippines, Singapore, Thailand dan Vietnam.

Sesuai dengan MOU, GE akan bekerjasama dengan PT KAI untuk menyempurnakan proses perawatan terutama di Balai Yasa Yogyakarta untuk dapat menjamin ketersediaan lokomotif diesel-elektrik GE dalam armada PT KAI, dan akan memberikan pelatihan bagi para karyawan pilihan dari PT KAI yang akan dilangsungkan di Amerika Serikat dan juga di Indonesia.

Presiden dan CEO dari GE Transportasi, Lorenzo Simonelli menjelaskan, kemitraan dengan Indonesia telah terjalin sejak lama. "MOU yang kami tandatangani hari ini akan memberikan jasa servis yang dapat diandalkan bagi negeri ini untuk waktu yang panjang. Kami akan melayani customer kami PT KAI, dan turut serta mendukung pertumbuhan infrastruktur Indonesia yang berkesinambungan," ujarnya, Jumat (2/3).

Selain itu, MOU juga menggariskan GE untuk menjalankan distribusi suku cadang regional agar tetap dapat melayani kebutuhan suku cadang ke pusat perawatan PT KAI dengan cepat. Hal ini akan mempercepat proses perawatan lokomotif sehingga lokomotif dapat dengan segera dioperasikan kembali. GE juga akan membentuk pusat remanufaktur motor traksi untuk melayani wilayah ASEAN yang akan bertempat di lokasi servis PT KAI di Balai Yasa Yogyakarta.

"GE akan memberikan bimbingan dalam proses remanufaktur, akan merekomendasikan permesinan, dan peralatan untuk remanufaktur motor traksi agar dapat memenuhi standar industri tertinggi, serta akan memberikan pelatihan oleh para ahli untuk membantu PT KAI dalam menjalankan remanufaktur motor traksi, sehingga PT KAI akan dapat melayani wilayah ASEAN apabila telah disertifikasi sebagai Remanufaktur GE untuk motor traksi GE," katanya.

Saat ini ada sekitar 250 lokomotif GE yang beroperasi di Indonesia, termasuk beberapa di antaranya yang telah berhasil melampaui 34 tahun berjasa melayani jalur operasionalnya. Jumlah penumpang kereta api di Indonesia terus menerus tumbuh tiap tahun dan kebutuhan akan lokomotif yang aman, andal, serta terawat menjadi semakin penting. (kominfo/A-108)***

Baca Juga

Damai Dengan JLJ, Kartika Dewi Cabut Gugatan

JAKARTA, (PR).- PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ) dan korban banjir jalan tol Cikunir, Kartika Dewi, telah sepakat untuk melakukan perdamaian. Kuasa hukum Kartika telah mencabut gugatan yang dilayangkan setelah PT JLJ memberikan ganti rugi dan berjanji memperbaiki mutu layanan publik.

TMP dan RMP Konsisten Kawal Sidang Ahok

JAKARTA, (PR).- Taruna Merah Putih (TMP) dan Relawan Merah Putih (RMP) berjanji akan konsisten untuk mengawal sidang Ahok hingga proses sidang berakhir.

Kapolda DIY: Semangat Serangan Oemoem 1 Maret Masih Relevan

YOGYAKARTA, (PR).- Semangat peristiwa Serangan Oemoem 1 Maret yang terjadi 68 tahun lalu masih relevan untuk diimplementasikan dalam kehidupan masa kini, khususnya perang melawan "hoax", seperti disampaikan Kapolda DIY Ahmad Dofiri.

Kunjungan Raja Salman Momentum Kebangkitan Bangsa Asia

JAKARTA, (PR).- Dalam kunjungannya ke Indonesia, Raja Salman berkesempatan mengunjungi DPR dan memberikan pidato singkat selama 2 menit. Ia menyinggung soal tantangan yang dihadapi khususnya oleh umat Islam dan dunia secara umum.