Headlines
Iptek

Hutan Malangbong Andalan Habibat Elang Jawa

YOGYAKARTA, (PRLM).- Kawasan hutan di Jabar seperti hutan kawasan Malangbong menjadi habibat terbesar dan terbaik bagi kelangsungan hidup elang jawa. Peneliti burung Zaini Rahman menyatakan populasi burung elang jawa hanya tersisa 325 pasang, sebagian besar hidup di hutan kawasan Jabar dan sebagian lainnya di Jatim.

Menjawab pertanyaan di Yogyakarta, Selasa (28/2/12), dia menyatakan gerakan penyelamatan elang jawa sangat mendesak dengan terus berkurangnya populasi burung pemangsa tersebut.

Menurut dia jumlah populasi burung ini yang sangat minim menunjukkan situasi kritis. Penyebabnya hutan habis dibabat mengakibatkan ekosistem elang jawa menjadi terganggu, penangkapan untuk kepentingan bisnis.

"Elang jawa hanya bisa hidup di Pulau Jawa. Endemiknya pohon jawa seperti rasamala, dan makanannya tikus jawa. Ini menunjukkan adaptasinya sangat susah," kata dia.

Habibat elang jawa yang potensial dan kini hutannya gundul di Jawa Tengah di antaranya hutan kawasan Merapi dan hutan pegunungan Dieng. Gunung Merapi gundul akibat bencana erupsi dan pegunungan Dieng habis dibabat untuk keperluan pertanian.

Menurut dia idealnya populasi elang jawa sebanyak 1.450 pasang. Dengan populasi tersisa 325 pasang, elang jawa diperkirakan punah pada 2025 jika tidak dilakukan konservasi habibat burung tersebut.

Penulis buku "Garuda; Mitos dan Faktanya di Indonesia" yang diluncurkan Kamis (1/3/12), mengharapkan kepedulian semua pihak untuk menyelamatkan elang jawa. "Tidak ada aksi penyelamatan, bahaya bagi eksistensi elang jawa karena burung ini hanya bertelur satu buah setiap satu atau dua tahun. Kita belum punya pengalaman mengembangkan penangkaran. Karena itu cara alami lebih digalakkan seperti mengembangkan ekosistem, mengembalikan elang jawa yang dipelihara masyarakat," ujarnya. (A-84/A-88)***

×