Penelitian Beralih dari Sadahurip ke Gunung Padang

CIANJUR, (PRLM).- Meski menuai protes dari sejumlah budaya di Cianjur dan Jawa Barat, penelitian Situs Gunung Padang akan tetap dilakukan oleh tim peneliti yang dibentuk oleh Kementerian Sekretaris Negara.

"Setelah kami mengadakan rapat minggu lalu yang terdiri dari beberapa kementerian mulai dari Kementerian Budaya dan Pariwisata, Kementerian Pendidikan, perwakilan dari Pemprov Jabar, dan dari Pemkab Cianjur maka disepakatai penelitian tetap dilanjutkan namun hanya difokuskan di Situs Gunung Padang," ucap Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kab. Cianjur, Imam Haris, Selasa (28/2/12).

Imam menuturkan dari hasil rapat tersebut tim peneliti tidak akan melakukan penelitian lebih lanjut ke Gunung Sadahurip, Kab. Garut. Namun, difokuskan di Situs Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kab. Cianjur.

Imam mengatakan selama ini izin yang diragukan dalam pengeboran Gunung Padang sebenarnya ada di tingkat provinsi. Bahkan, beberapa budayawan juga sudah dimintai persetujuan. "Bagi yang menolak mungkin belum mengerti alur dan tujuan penelitian," katanya.

Tujuan penelitian, kata Imam, bukan meneliti apakah ada piramida di Gunung Padang atau tidak. Namun, lebih dititikberatkan pada penelitian rancang bangunan dari Situs Gunung Padang yang tahan terhadap gempa. "Dari penelitian ini nantinya akan diadopsi pola bangunannya untuk beberapa wilayah yang rawan terjadi gempa," katanya.

Sementara itu, Budayawan Cianjur, Abah Ruskawan masih mempertanyakan tujuan penelitian yang dinilai terlalu mengada-ngada. "Jika memang mau meneliti untuk keperluan mengadopsi bangunan tahan gempa seharusnya tidak ke Gunung Padang. di desa tersebut juga sudah rawan longsor," tuturnya. (A-186/A-88)***

Baca Juga

Daya Tarik Wisata di Kaki Gunung Ciremai

KUNINGAN, (PR).- Suhu udara di kawasan Bumi Perkemahan Ipukan, bawahan lereng selatan Gunung Ciremai, sore itu Minggu 25 Desember 2016 sekitar pukul 14.30 terukur hanya mencapai kisaran 21 derajat celcius.

Petani Tomat di Sukabumi tak Berdaya Hadapi Hama

SUKABUMI, (PR).- Para petani tomat di Sukabumi terancam merugi. Petani di sentral sayur-mayur di Lembah Halimun dan Selabintana, Kabupaten Sukabumi hanya bisa pasrah saat hama phytophthora menyergap tanamannnya.