Aturan Kepegawaian PNS Dirombak Total

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Aturan kepegawaian menyangkut pegawai negeri sipil (PNS), akan dirombak total mulai dari rekruitmen, rotasi, mutas,i sampai tunjangan pensiun. Perubahan tersebut tertuang dalam rancangan undang-undang (RUU) Aparatur Sipil Negara (ASN), yang sekarang sedang dibahas di Komisi II DPR. Perundangan itu ditargetkan April selesai. Aturan itu merupakan inisiatif dari DPR untuk perbaikan kinerja PNS.

Rencana perubahan aturan kepegawaian tersebut, disampaikan oleh Kepala Pusat Kinerja Sumber Daya Aparatur di Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dr. Ema Rahmawiyati, ketika berdiskusi saat menerima mahasiswa pasca sarjana dari Program Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA), Kota Tasikmalaya, Senin (27/2), di Jakarta.

Ema Rahmawiyati termasuk salah satu tim ahli yang diminta masukan oleh panitia kerja Komisi II DPR yang membahas RUU ASN. Menurut Ema, perubahan aturan kepegawaian tersebut dengan latarbelakang bahwa kinerja PNS sekarang kurang bagus, tolak ukur kinerja tidak jelas, lalu dalam rekruitmen PNS juga banyak menimbulkan masalah. Seperti adanya kolusi dan permainan yang akhirnya pegawai diangkat bukan orang memiliki kompetensi dibutuhkan atau bukan orang terbaik. "Banyak masalah itu yang mendorong perubahan aturan kepegawaian," katanya.

Soal rekruitmen PNS, kata Ema, ada dua pola yang akan dilakukan. Pertama, pola untuk formasi umum direkrut oleh pusat dengan cara dipool. Nanti daerah yang membutuhkan, akan didistribusikan. Sementara, pegawai yang memiliki kualifikasi khusus, seperti dokter, perhubungan dan lainnya, pusat akan membuat standar aturan. Standar tersebut yang harus diacu oleh daerah.

Selanjutnya, PNS nantinya harus ikut uji kompetensi, karena termasuk katagori profesi. Kedua, harus ikut dalam wadah organisasi profesi, ketiga ada kode etik dan ke empat harus punya publikasi. Ketika sudah dinyatakan sebagai profesi, insentif diterima PNS akan lebih baik. "Soal rotasi dan mutasi, nantinya ada tiga katagori jabatan di lingkungan pemerintah. Pertama, jabatan eksekutif (JEs), jabatan administrasi umum dan fungsional.

Mereka yang masuk JEs, adalah eselon satu dan sekretaris daerah. Nanti, yang melakukan seleksi adalah Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). "Jadi sekda nanti diseleksi oleh KASN dan bisa saja nantinya, orang Aceh jadi sekda di Tasikmalaya," katanya.

Lembaga KASN, nanti yang akan melakukan pengawasan secara khusus atas PNS. KASN terdiri dari Kepala Badan Kepegawaian Nasional dan seleksi dari ahli, masyarakat dan lainnya. "Aturan ini banyak memangkas campur tangan kepala daerah dalam pengaturan PNS. Nanti yang banyak mengatur adalah sekretaris daerah," ujarnya.

Ketika ditanya, kapan aturan tersebut berlaku effektif, katanya, kalau April tahun ini disetujui, paling cepat setahun bisa berlaku. Karena harus didukung aturan dibawahnya, seperti peraturan pemerintah.(A-97/A-147)***

Baca Juga

Kepergok Mesum di Lapangan Bola, Pemuda Ini Tewas Dikeroyok

NASIONAL
TANGERANG, (PRLM).- Yedi (35) warga Kampung Semanan Rt 10/10, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat tewas setelah dikeroyok oleh enam orang pada Jum’at 8 Januari kemarin. Yedi yang sempat dilarikan ke RSUD Tangerang akhirnya meninggal pada Sabtu (9/1/2016) siang tadi.
 

BP Batam Dibubarkan, Himad Purelang Siap ke 4 Kementerian

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Masyarakat dari rangkaian pulau-pulau Rempang Galang, Batam Kepulauan Riau (Kepri) yang tergabung didalam organisasi Himpunan Masyarakat Pulau-pulau Rempang Galang (Himad Purelang) akan bersilaturahmi ke empat Kementerian dan ke kantor Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta, m

Pedagang Pasar Gede Solo Sampaikan Nawa Duka

NASIONAL

SOLO, (PRLM).-Para pedagang Pasar Gede Solo, Selasa (12/1/2016) siang memperingati hari jadi pasar peninggalan Keraton Surakarta itu, dengan menggelar doa bersama di jalan raya depan pasar.

Belum Ada Kesimpulan, tapi Gafatar Sangat Meresahkan

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin mengatakan sampai saat ini belum ada kesimpulan mengenai Gafatar dan pemerintah masih terus mendalami tentang hal itu. Sampai saat ini pun, belum ada informasi di mana Gafatar terdaftar sebagai organisasi kemasyarakatan.