Kepala Desa Wadas Karawang Dilaporkan ke Polisi

KARAWANG, (PRLM).-Dianggap telah melakukan tindakan wanprestasi, Kepala Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Junaedi alias Jujun dilaporkan ke polisi. Yang bersangkutan dituduh telah menggelapkan dana Rp 1,1 miliar milik H. Samsudin alias Didin, warga Dusun Pasirpanggang, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, sejak Maret 2011 lalu.

Surat laporan tentang kasus itu tertuang dalam laporan polisi (LP) No. LP/497/XI/2001/Jbr/Res-Krw/Sek-Tlj. Tgl. 14 November 2011 tentang penipuan dan penggelapan seperti diatur dalam Pasal 378 dan 372 KUHP. Laporan kasus tersebut awalnya disampikan ke Kepolisian Sektor Telukjambe. Namun kemudian kasusnya dilimpahkan ke Kepolisian Resort Karawang karena nilai kerugian di atas Rp 1 milyar.

"Kasusnya sudah dilimpahkan ke Polres. Kini yang menangani kasus itu pihak Polres," ujar Kepala Polsek Telukjambe, Komisaris Iwan Ridwan, ketika ditemui di kantornya, Jumat (24/2).

Di tempat terpisah, H. Didin menuturkan, peristiwa penggelapan dana miliknya itu terjadi Maret 2011 silam. Waktu itu terlapor yakni Kepala Desa Wadas, Jun, mendatangi rumahnya.

"Dia meminjam uang dengan dalih untuk modal usaha memasok beras ke Koperasi Karyawan PT Pindo Deli dan Jasa Marga. Waktu itu Jun menjanjikan keuntungan untuk saya Rp 600,- per Kilogramnya," kata H. Didin.

Awalnya, lanjut H. Didin, dirinya sempat menolak permintaan terlapor. Namun dia terus menerus mendesak, bahkan datang berkali-kali ke rumahnya.

Akhirnya, korban mengabulkan keinginan terlapor karena merasa hubungan mereka sudah sangat dekat."Penyerahan uang dilakukan dalam tiga tahap dengan cara mencarikan tabungan saya di salah satu bank di Karawang," kata H. Didin.

Disebutkan, penyerahan dana pertama sebesar Rp 500 juta dilakukan pada Maret 2011. Pada bulan yang sama terlapor meminta lagi dana Rp 300 juta, dan terakhir pada April 2011 terlapor meminta lagi Rp 300 juta.

"Setelah itu, Jun tidak pernah datang lagi. Jangankan memberi keuntungan, uang pokoknya pun hingga sekarang tidak pernah dikembalikan," kata Didin.

Dikatakan juga, pihaknya telah berupaya menagih dengan cara baik-baik. Namun terlapor selalu menghindar."Bahkan saya seperti pengemis ketika menagih ke rumahnya," kata Didin yang mengaku mengumpulkan uang itu bertahun-tahun dari hasi tani.

Dikatakan juga, pada Mei 2011, terlapor sempat membayar hutangnya dengan cek senilai Rp 590 juta. Tetapi saat cek tersebut dicoba dicairkan, ternyata cek tersebut kosong.

Merasa dirinya telah tertipu, Didin akhirnya melaporkan kasus itu ke polisi. Bahkan dia telah berkali-kali diperiksa sebagai saksi korban.(A-106/A-107)***

Baca Juga

Pribadi School Depok: Tuduhan Turki Tidak Berdasar

DEPOK, (PR).- Pribadi Bilingual Boarding School Depok membantah sekolah tersebut terkait organisasisi teroris Fethullah (FETO). Tuduhan yang dilontarkan Pemerintah Turki tersebut dinilai tak berdasar dan tanpa bukti.

Nana Supriatna Ditemukan Tewas Mengambang di Kolam

KUNINGAN, (PR).- Nana Supriatna bin Kemon (35) warga Lingkungan Ciketug, RT 4 RW 8, Kelurahan Winduhaji, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, ditemukan tewas mengambang telentang di kolam milik Ayuti (65) di lingkungan tersebut.

Janin Tujuh Bulan Ditemukan Tewas Mengambang

MAJALENGKA,(PR).- Janin berusia 7 bulan ditemukam tewas mengambang di sebuah saluran air di Blok Sinapulo, Desa Jatipamor, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka oleh petani setempat, Senin, 1 Agustus 2016.

Ratusan Guru Swasta Unjuk Rasa di Balai Kota

SUKABUMI, (PR).- Ratusan guru SMP dan SMA sederajat se-Kota Sukabumi, menggelar aksi unjuk rasa, Selasa 2 Agustus 2016. Para guru yang tergabung Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) menggeruduk kantor bupati di Balai Kota Sukabumi di Jalan Syamsudin.