Bisnis Pakaian Bekas, Dapat Untung Rp 20 Juta/Bulan

EKONOMI

SOREANG, (PRLM).- Siapa sangka bermodal kecil sekitar 4 juta rupiah, Intan (23) mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung sebagai pedagang pakaian bekas secondhand bisa mendapatkan untung Rp 20 juta sampai Rp 30 juta per bulan.

“Saya membeli pakaian bekas yang dijual perbal yang isinya sekitar 600 piece seharga Rp 4 juta. Lalu
saya membagi pakaian tersebut menjadi tiga grade, grade A, B dan C,” kata Intan saat ditemui "Pikiran Rakyat Lintas Media" ("PRLM), Kamis (22/2) di Kopo.

Dari 600 piece yang dia beli ada sekitar 1%-2% pakaian yang tidak layak pakai atau tidak bisa diperbaiki misalnya sobek, bekas terbakar, atau noda yang sulit dihilangkan. Intan lalu memperbaiki pakaian-pakaian tersebut, dengan cara di laundry dahulu setelah itu diperbaiki kalau-kalau ada yang sobek atau tidak rapi jahitannya. Awalnya semua ia lakukan sendiri tapi kini dia telah memperkerjakan beberapa orang untuk melakukan hal tersebut.

Setelah pakaian diperbaiki, Intan lalu menggunakan parfum pabrik yaitu parfum agar pakaian wangi seperti baru dan mengemasnya dengan kemasan menarik. Intan tidak mengatakan kepada para pembelinya bahwa pakaian-pakaiannya baru tapi dia menamainya secondhand. Namun, menurut Intan, banyak pedagang-pedagang pakaian yang nakal yang bahkan menjual pakaian-pakaian tersebut ke butik.

Intan mengatakan untuk grade A, Intan menjualnya dengan harga Rp 100.000-Rp 120.000. Pakaian grade A tersebut biasanya adalah pakaian yang bermerk (branded) atau pakaian baru yang direject pabrik dan masih memiliki label. Grade B adalah pakaian yang dijual seharga Rp 80.000-Rp 90.000, pakaian grade B ini adalah pakaian bekas yang tidak bermerk namun masih tampak seperti baru. Sedangkan untuk grade C adalah pakaian bekas yang masih layak pakai yang Intan obral dengan harga Rp 30.000,00-Rp 40.000,00.

Intan mempromosikan pakaian-pakaiannya dengan broadcast BBM, facebook, twitter dan pasti setiap bulan habis terjual. Dia juga terkadang menjualnya lewat bazaar-bazaar yang ada di kampus-kampus atau di Gasibu pada hari Minggu. Tapi untuk bazaar, dia menjualnya dengan harga yang sama yaitu Rp 70.000,00 tanpa membedakan grade.

Dari usahanya tersebut Intan kini telah memiliki perusahaan konveksi sendiri dan telah memperkerjakan beberapa orang dan sebentar lagi dia akan membuka butiknya sendiri di daerah Garut. (CA-08/A-147)***

Baca Juga

Menaker: Pekerja Ter-PHK atau Berhenti Bekerja Bisa Càirkan JHT

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri mengatakan, pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sebelum 1 Juli 2015 serta masa kepesertaan minimal 5 tahun dengan masa tunggu satu bulan dapat mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT) beserta hasil pengembangannya.

Disperindag Jabar dan Sumedang Gelar OPM

EKONOMI

SUMEDANG, (PRLM).- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar bekerjasama dengan Dinas Koperasi, UMKM dan Perindag Kabupaten Sumedang serta Bulog Divre Bandung, menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) Kebutuhan Pokok Masyarakat (Kepokmas) tahun 2015, di halaman kantor Kec.

Kemarau, Kualitas Air Susu Berkurang

EKONOMI
Kemarau, Kualitas Air Susu Berkurang

Cina Berusaha Kendalikan Pasar Saham

EKONOMI

BEIJING, (PRLM).- Pemerintah Cina mengambil sejumlah langkah baru sebagai bagian dari usaha mengatasi gejolak pasar keuangan negara itu.

Para penanam modal yang memiliki saham lebih dari 5% tidak diizinkan menjual saham dalam enam bulan ke depan.