Kamis, 23 May, 2013
Kelurahan Pungut Rp 350.000

Warga Keluhkan Biaya Surat Ahli Waris di Kota Bandung

BANDUNG, (PRLM).- Warga mengeluhkan pelayanan administrasi pembuatan Surat Keterangan Ahli Waris di Kota Bandung. Warga juga mempertanyakan biaya yang diminta pegawai kelurahan untuk memproses surat tersebut.

Salah seorang warga Kel./Kec. Regol Silvia Chatarina (41) mengatakan, ia dimintai biaya sebesar Rp 350.000 saat akan mengurus Surat Keterangan Ahli Waris mertuanya yang meninggal dunia pada akhir Januari lalu. "Saat ditanya mengenai aturannya, petugas bilang memang tidak ada," katanya kepada "PRLM", Senin (20/2/12).

Dua pekan lalu, Silvia dan suaminya pergi ke kantor Kec. Regol untuk mengurus surat tersebut. Di kecamatan, ia diminta untuk terlebih dahulu pergi ke kantor Kel. Regol yang terletak di Jalan Srikania Kota Bandung. Di sana, ia diberikan blangko kosong surat keterangan tersebut.

Dia mengatakan, keesokan harinya memutuskan untuk kembali ke kantor kelurahan dan bertanya mengenai tata cara pengisian blangko tersebut. "Kalimatnya tidak jelas, saya tidak mengerti bagaimana mengisinya. Begitu saya tanyakan, petugas malah menawarkan untuk membuat surat pengajuan itu dengan biaya Rp 350 ribu. Katanya itu sudah murah," ucap Silvia.

Silvia kemudian menanyakan kemungkinan agar dirinya bisa mengurus surat itu sendiri. "Saya bilang mau ketemu lurahnya saja dulu. Ia mengatakan, lurahnya sakit dan tidak pasti datang hari apa. Saat saya bertanya bagaimana jika mengurus surat itu sendiri, namun petugas mengatakan bahwa biaya yang diperlukan tetap Rp 350.000," katanya.

Asisten Administrasi Pemerintahan Umum Pemkot Bandung Timbul Butarbutar mengatakan, dalam Keputusan Walikota (Kepwal) tahun 2011 tidak disebutkan mengenai biaya atau pungutan untuk permohonan pembuatan Surat Keterangan Ahli Waris. "Artinya memang tidak boleh ada pungutan dari pihak kelurahan dan kecamatan," kata Timbul.

"Wewenang kelurahan dan kecamatan hanya melakukan pencatatan saja, jadi tidak boleh ada pungutan karena tugas mereka hanya mencatat saja," ujarnya. (A-175/A-88)***

mnding klo cuma diminta

Anonymous's picture

mnding klo cuma diminta ratusan.sya yg tinggal diplosok kota kcil malah brharga juta'n.bussee...tttt..

ya betul sekali saya kemarin

Anonymous's picture

ya betul sekali saya kemarin mengurus surat keterangan ahli waris di kelurahan babakan ciamis, kecamatan sumur bandung dan hasilnya hampir sama dengan yang di regol, disini saya diminta 500ribu sampai berkas tersebut beres di kecamatan dan kita mendapat 10 fc legalisisrnya, saya tanayakan kepada lurahnya langsung ia menjawab ini sudah menjadi kebiasaan di lingkungannya, kemudian karena posisi tawar saya yang kurang alias saya membutuhkan surat keterangan ahli waris tersebut untuk mengurus pensiunan ibu saya ya saya terpaksa mengeluarkan biaya 200ribu dikelurahan dan saya berangkat ke kecamatan untuk mengurus sendiri, nah nanti di kecamatan entah berapa lagi biaya yang harus saya keluarkan.. anehnya jika di regol lurahnya tidak ada nah di kelurahan babakan ciamis saya berhadpan langsung dengan lurahnya dan tanpa sungkan beliau mengatakan kalo mau suratnya diambil lagi di kelurahan silahkan tambahkan lagi 200ribu, nanti akang tinggal ambil saja di kelurahan besok siang,,
hhm apakah bapak lurah tersebut sadar dengan tindakannya? apakah bapak lurah tersebut belum pernah berduka? masa orang sedang berduka masih tetep dimintai pungutan yang tidak jelas dan tidak ada aturannya??

dulu di tiap kec ada tabel

Anonymous's picture

dulu di tiap kec ada tabel tarif biaya pelayanan, sekarang tidak ada, apa sengaja tidak dipasang supaya loss info : hingga bisa pasang tarif semaunya ? sistem punishment untuk oknum pun ga jelas !

hehehe... gajina alit saur

Anonymous's picture

hehehe... gajina alit saur na... padahal maah geus ngeunah... ,meunang gaji pangsiun ngke naa...

kanggo anu seueur artos teu

Anonymous's picture

kanggo anu seueur artos teu janten masalah terang nampi di rumah ....ieu anu teu boga duit kan jadi lieeuur.....
emang hese ninggalkeun kabiasaan tanpa pungutan teh, sabab aya anu butuh oge anu ngabutuhkeun jadina kabiasaan.

Emank brengsex para birokrat

Anonymous's picture

Emank brengsex para birokrat di indonesia, belum kerja udah minta duit duluan, udah kerjanya ga becus lagi..

L I E U R nguruskeun surat2

Anonymous's picture

L I E U R nguruskeun surat2 di instansi pamarentah mah . . . JANGARRRRRRR...

Begitulah di INDONESIA

Anonymous's picture

Begitulah di INDONESIA

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.