Sepuluh Warga Diamankan Terkait Perusakan Masjid Ahmadiyah

CIANJUR, (PRLM).- Sedikitnya sepuluh warga Desa Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur diamankan Polres Cianjur, Sabtu (18/2/12). Mereka diduga sebagai pelaku aksi perusakan masjid Nurhidayah milik jemaah Ahmadiyah di Kampung Cisaat, Desa Cipeuyeum Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur pada Jumat (17/2/12).

“Kami sudah amankan sedikitnya sepuluh orang warga sekitar lokasi masjid. Mereka bukan kelompok ormas (organisasi masyarakat) atau lainnya,” kata Kapolres Cianjur Ajun Komisaris Besar Agustri Heryanto, Sabtu.

Agus belum bisa memastikan apakah akan ada warga lainnya yang akan ikut diamankan. Alasannya, semua masih dalam proses pemeriksaan. “Proses pemeriksaan masih terus berjalan. Apakah akan ada tersangka baru, tergantung dari hasil pemeriksaan. Para pelaku dikenai pasal 170 mengenai perusakan bersama-sama. Ancaman hukumannya masih kita proses,” katanya.

Latar belakang pengerusakan, kata Agus, akibat jamaah Ahmadiyah melanggar kesepakatan dengan adanya kegiatan di masjid tersebut. “Tercatat sudah tiga kali ada kegiatan. Tapi, bentuk kegiatannya, tidak menggunakan konsentrasi massa banyak. Paling hanya yang transit dari luar kota, kebetulan melintas, melakukan aktivitas di situ,” ujarnya. (A-186/A-88)***

Baca Juga

Menu Khas Cianjur Diserbu Warga

CIANJUR, (PR).- Berbagai menu khas Cianjur tersedia, mulai dari jojongkong (kudapan kelapa dicampur gular merah), sambal ikan kering, sate jamur, kue taoco, dan penganan lainnya berbahan lokal tersaji di kegiatan bertajuk "Hari Pangan Sedunia dan Lomba Cipta Menu", Selasa, 26 Juli 2016.

Baru Buka Sebulan, Minimarket Disegel Satpol PP

MAJALENGKA, (PR).- Satuan Polisi Praja Kabupaten Majalengka menggembok paksa minimarket di Desa Biyawak, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Rabu 27 Juli 2016.

90 Persen Sungai di Cirebon Tercemar

SUMBER, (PR).- Sungai di wilayah Cirebon mengalami kerusakan hingga 90 persen dan mayoritas sungai tersebut tercemar berat. Secara persentase, 80 persen kerusakan disebabkan manusia sementara 20 persen sisanya disebabkan faktor alam.