Sepuluh Warga Diamankan Terkait Perusakan Masjid Ahmadiyah

CIANJUR, (PRLM).- Sedikitnya sepuluh warga Desa Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur diamankan Polres Cianjur, Sabtu (18/2/12). Mereka diduga sebagai pelaku aksi perusakan masjid Nurhidayah milik jemaah Ahmadiyah di Kampung Cisaat, Desa Cipeuyeum Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur pada Jumat (17/2/12).

“Kami sudah amankan sedikitnya sepuluh orang warga sekitar lokasi masjid. Mereka bukan kelompok ormas (organisasi masyarakat) atau lainnya,” kata Kapolres Cianjur Ajun Komisaris Besar Agustri Heryanto, Sabtu.

Agus belum bisa memastikan apakah akan ada warga lainnya yang akan ikut diamankan. Alasannya, semua masih dalam proses pemeriksaan. “Proses pemeriksaan masih terus berjalan. Apakah akan ada tersangka baru, tergantung dari hasil pemeriksaan. Para pelaku dikenai pasal 170 mengenai perusakan bersama-sama. Ancaman hukumannya masih kita proses,” katanya.

Latar belakang pengerusakan, kata Agus, akibat jamaah Ahmadiyah melanggar kesepakatan dengan adanya kegiatan di masjid tersebut. “Tercatat sudah tiga kali ada kegiatan. Tapi, bentuk kegiatannya, tidak menggunakan konsentrasi massa banyak. Paling hanya yang transit dari luar kota, kebetulan melintas, melakukan aktivitas di situ,” ujarnya. (A-186/A-88)***

Baca Juga

Luas Tanam Ketiga Meningkat

INDRAMAYU, (PR).- Luas tanam padi musim gadu kedua di Indramayu meningkat beberapa kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya.

Bronjong Leuwinangka Jebol Lagi

SUBANG, (PR).- Bronjong tanggul sementara di bendung Leuwinangka Kelurahan Dangdeur Kecamatan/Kabupaten Subang jebol lagi. Akibatnya pasokan air melalui jaringan irigasi yang diperuntukan mengairi ribuan hektar areal sawah di tiga kecamatan menjadi terhenti.

Pemkab Cianjur Terlambat Bayar Sejumlah Proyek

CIANJUR, (PR).- Pemenang lelang proyek infrastruktur jalan meminta agar Pemerintah Kabupaten Cianjur segera melakukan pembayaran atas pengerjaan jalan yang sudah selesai sejak dua bulan lalu.

Beasiswa Diputus, Kiki Terlantar di Turki

INDRAMAYU, (PR).- Seorang mahasiswi asal Desa Ujungaris Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu terlantar di Turki. Mahasiswi bernama Kiki Rifqi Istianah (21) itu dihentikan beasiswanya oleh pihak yayasan asal Turki tanpa alasan yang jelas.