Pajak Progresif Kendaraan Bermotor Minim Sosialisasi

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Masyarakat mengeluhkan minimnya sosialisasi pemberlakuan pajak progresif kendaran bermotor. Nama pemilik kendaraan bermotor pun kemudian menjadi persoalan.

Seorang pengurus biro jasa pembayaran pajak kendaraan bermotor, Maman (45), mengaku kerap menerima keluhan dari pengguna jasanya beberapa waktu terakhir. Konsumen tidak mengetahui adanya perubahan tarif atas pajak kendaraan bermotor, baik roda dua, maupun roda empat.

"Terutama pemilik kendaraan yang lebih dari satu unit. Dikiranya kami yang menaikan tarifnya," ujar Maman, Kamis (16/2).

Maman tidak heran bila kemudian, para pemilik kendaraan bermotor lebih banyak yang mengurus sendiri, dari pada melibatkan biro jasa.

Namun menurut Maman, bila pemerintah bermaksud menekan jumlah kendaraan motor di Jawa Barat, maka kebijakan pajak progresif bukan solusi yang tepat. Dia berpendapat, penerapan tarif parkir yang tinggi dan penerapan tarif masuk ke jalan-jalan strategis merupakan upaya tepat dalam menekan laju kendaraan bermotor.

Sementara itu, seorang warga, Jamaluddin (30) menuturkan, meski hanya memiliki satu sepeda motor, ia merasa terbebani dengan pemberlakuan pajak progresif. Pedagang mie ayam ini sempat kaget, ketika hendak membayar pajak, petugas Samsat menyodorkan tagihan senilai Rp 785 ribu.

"Memang saya akui, dua tahun ini belum bayar pajak, tapi kalau diperkirakan biaya pajak dengan dendanya hanya sekitar Rp 400 ribuan," ujarnya.

Namun Jamaludin baru menyadari, saat petugas Samsat menjelaskan bahwa yang harus dibayar, bukan hanya denda tunggakan pajak melainkan kenaikan pajak senilai 2.25%. Pedagang mie ayam asal Ciamis ini, mulai teringat dengan sepeda motor Suzuki Tornado tahun 2002, yang telah ia di jual dua tahun lalu.

Sementara itu, masyarakat juga menanggapi penerapan pajak progresif ini secara beragam. Agus Hermanto (42) warga Buah Batu merasa tidak ada masalah terkait pemberlakuan tersebut.

Menurutnya ada beberapa cara agar pemilik kendaraan bermotor tidak terkena pajak progresif. "Gunakan saja nama orang lain di STNK-nya. Selaku pemilik kita hanya punya satu nama saja," ujar pemilik empat sepeda motor. Rupanya tiga sepeda motor milik Agus, menggunakan nama isteri dan dua anaknya. (CA-01/CA-10/A-108)***

Baca Juga

Dua Bulan, Sampah dari Sungai dan Saluran Terbuka Mencapai 100 Truk

BANDUNG RAYA
Dua Bulan, Sampah dari Sungai dan Saluran Terbuka Mencapai 100 Truk

BANDUNG, (PRLM).- Volume sampah yang diangkut dari 18 sungai dan saluran terbuka di Kota Bandung selama dua bulan terakhir mencapai lebih dari 100 bak truk ukuran sedang. Mayoritas merupakan sampah non-organik yang dibuang sembarangan.

Istri Punya Pacar Baru, Suami Nekat Membacok

BANDUNG RAYA

CIMAHI, (PRLM).- Rekonstruksi pembunuhan seorang ibu rumah tangga, Fitri (25), yang dibunuh suaminya, Gungun Sugara (36) digelar di Mapolres Cimahi Jln. Jend. Amir Mahmud Kota Cimahi, Senin (3/8/2015). Sedikitnya 40 reka adegan digelar dalam rekonstruksi tersebut.

Pegawai Bea Cukai Ikuti Pendidikan di Lanud Sulaiman

BANDUNG RAYA

SOREANG,(PRLM).- Komandan Skadron Pendidikan 204 Mayor Pas Banu Kusworo membuka Pendidikan dan Latihan Tenis Umum (DTU) Kesamaptaan Semester II Tahun Anggaran 2015 Bea dan Cukai, bertempat di lapangan upacara Skadron Pendidikan (Skadik) 204 Lanud Sulaiman, Selasa(4/8/2015).

Liga Spanyol

Gareth Bale Tegaskan Bahagia di Real Madrid

BANDUNG RAYA

MADRID, (PRLM).- Gareth Bale mengungkapkan rasa bahagianya berada di Real Madrid meski musim terakhirnya di Santiago Bernabeu tak berjalan mulus.