Tidak Ada Piramida di Sadahurip

JAWA BARAT

GARUT, (PRLM).- Kontroversi keberadaan piramida di Gunung Sadahurip, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut diharapkan tidak dijadikan isu yang bisa mengalihkan pekerjaan pemerintah. Pemerintah diminta tidak terlalu fokus pada pembuktian karena gunung berbentuk limas itu dinilai tidak memiliki kaitan dengan nilai sejarah peradaban manusia masa lalu.

Demikian terungkap dalam seminar kebudayaan yang bertajuk "Tidak Ada Piramida" di Gunung Sedahurip yang digelar di Gedung Korpri Jalan Patriot Garut, Selasa (14/2).

Penulis sekaligus Budayawan, Usep Romli yang menjadi pembicara mengatakan, pemerintah jangan sampai melupakan tugasnya sebagai pelayan masyarakat karena terbuai dengan adanya isu piramida di Gunung Sedahurip.

“Tugas pokok dan fungsi pemerintah adalah sebagai pelayan masyarakat. Jangan sampai karena isu ini terus bergulir, pemerintah malah terkonsenterasi dengan isu ini dan melupakan tugasnya," ungkap Usep Romli.

Sementara itu, ahli geologi yang juga pengurus Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Sujatmiko, mengatakan, Gunung Sadahurip tidak lebih dari gunung api purba yang sudah menjadi fosil.

“Gunung ini berusia sekitar 2 hingga 5 juta tahun dan sekarang sudah menjadi fosil. Tidak ada kaitan dengan peradaban prasejarah. Tapi bila masih tetap penasaran, silakan lakukan penelitian lebih lanjut,” ucapnya.

Diungkapkannya, proses pembentukan Gunung Sedahurip berasal dari adanya magma yang tidak meletus, namun terdorong dari perut bumi. Lava yang keluar, kata dia, kemudian muncul dan menyerupai gunung.

“Hasil penelitian sementara menunjukkan ada penemuan batu-batuan dari lava yang mengeras dan menjadi fosil di gunung itu,” tuturnya.

Salah seorang peserta seminar dari ISDM Kementerian Teknologi Mineral, Dr. Binarko Santoso, memperkuat penjelasan ilmiah tersebut. Ia pun sependapat bila Gunung Sedahurip tidak lebih dari sekedar tumpukan lava jutaan tahun yang lalu. Menurut dia, karena usia yang sudah lama, lava itu berubah menjadi keras.

"Biasanya, setiap kali ada lava keluar dari perut bumi, selalu terdapat kandungan berbagai logam berharga. Misalnya kandungan logam emas. Saya khawatir, adanya isu piramida di Gunung Sedahurip dimanfaatkan kelompok tertentu yang ingin mengambil keuntungan dari gunung itu,” ungkapnya. (A-168/A-89)***

Baca Juga

Bima Arya Ingin Hilangkan Kesan Kumuh Kota Bogor

JAWA BARAT
BOGOR, (PRLM).- Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengakui, butuh waktu panjang untuk membangun Kota Bogor sebagai kota yang diidamkan, yang terlepas dari kemacetan, kesan kumuh dan kesemrawutan.
 

Ratusan Remaja Karawang Terjaring Razia Malam

JAWA BARAT

KARAWANG, (PRLM).- Ratusan warga yang tengah menikmati malam di sekitar Gedung Olahraga Panatayudha dan Stadion Singaperbangsa Karawang dirazia aparat Kepolisian Resor setempat, Sabtu malam hingga Minggu dinihari (10/1/2016).

100.000 Warga Sumedang Belum Miliki e-KTP

JAWA BARAT

SUMEDANG, (PRLM).- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sumedang, tahun ini akan memokuskan pelayanan pembuatan e-KTP (Kartu Tanda Penduduk elektronik) bagi warga yang belum memilikinya.

Rumah Sakit Nonprofit Layani 46.805 Pasien Dhuafa Sepanjang 2015

JAWA BARAT

BOGOR, (PRLM).— Rumah sakit nonprofit di Parung, Bogor yang dibangun dari dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf). Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa melayani sebanyak 46.805 pasien dhuafa sepanjang tahun 2015.