43 Kendaraan Ontang-anting Kawah Putih tak Berizin

SOREANG, (PRLM).- Sedikitnya 43 kendaraan “ontang-anting” yang beroperasi di kawasan Perkebunan Patuha menuju objek wisata Kawah Putih, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung tidak memiliki izin trayek. Selain tidak berizin, hasil pemeriksaan mengindikasikan beberapa kendaraan yang sudah beroperasi sekitar sepuluh tahun itu tidak laik jalan, karena sistem rem kurang berfungsi dengan baik, serta beberapa kelengkapan lain tidak terpenuhi.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Sutarno Yono mengatakan, pihaknya segera memeriksa secara komprehensif kelaikan kendaraan ontang-anting tersebut. “Nanti hasilnya akan kami beritahukan berapa banyak yang tidak laik jalan,” ujarnya di sela-sela operasi gabungan Dishub Kabupaten Bandung dan Polres Bandung di sekiar objek wisata Kawah Putih, Senin (13/2).

Sutarno menegaskan, kendaraan ontang-anting tersebut sebenarnya merupakan satu-satunya yang ditunjuk oleh pengelola objek wisata kawah putih. Namun, sebagai kendaraan umum, izin trayek dan uji kelaikan tetap harus ditempuh oleh setiap unit kendaraan tersebut.

Operasi kali ini, kata Sutarno, masih sebatas pendataan dan peringatan. Para awak kendaraan ontang-anting diminta untuk segera mengurus ijin trayek dan melakukan uji kelaikan kendaraan. Jika tidak, maka bukan tidak mungkin tindakan tegas akan dilakukan Dishub.

Sementara itu, Duty Manager Obyek Wisata Kawah Putih Lius Lotong mengaku, 43 unit kendaraan ontang-anting yang beroperasi di sana memang belum mengantongi ijin trayek. Namun ia melansir bahwa kendaraan yang beroperasi masih laik jalan, karena baru berusia 5-10 tahun.

Selain kendaraan ontang-anting di Kawah Putih, tim operasi gabungan juga menertibkan beberapa trayek angkutan umum seperti Ciwidey-Cikadu, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, dan Ciwidey-Cidaun, Kabupaten Cianjur.

"Kami mendapati mobil elf yang melayani trayek hingga ke Kecamatan Cibinong dan Cidaun tidak dilengkapi rem tangan yang baik, bannya vuklanisir dan sudah gundul, daya angkut penumpangnya juga dilanggar. Kapasitas elf itu hanya 14 penumpang tapi diisi lebih dari 21 penumpang," tutur Sutarno.

Sutarno khawatir jika kendaraan yang tidak laik seperti itu masih beroperasi, berisiko membahayakan penumpang. Terlebih dengan terjadinya beberapa kecelakaan maut di beberapa kota di Indonesia akhir-akhir ini. Untuk itu, Dishub Kabupaten Bandung akan lebih ketat dalam pengawasan dan pemberian ijin trayek. (A-178/A-108)***

Komentari di Facebook !