Headlines

Pelatihan Karakter Pilot akan Dibangun di Ciwidey

JAKARTA, (PRLM).- Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan Bobby R. Mamahit mengungkapkan, pihaknya akan memasukkan program pelatihan khusus tentang karakter dan kesamaptaan bagi para calon pilot. Bahkan, saat ini sudah disiapkan gedung Pusat Pembangunan Karakter SDM Perhubungan di Ciwidey, Kabupaten Bandung.

"Program pelatihan khusus itu sudah dimasukkan dalam rencana strategis (renstra) 2012 dan bisa diikuti oleh taruna-taruni dari sektor lain seperti laut dan darat. Model pelatihannya masih terus digodok," kata Bobby kepada pers di Jakarta, akhir pekan lalu.

Hal itu menanggapi tertangkapnya empat pilot oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) karena menggunakan narkoba. Bobby menyatakan prihatin dengan adanya pilot yang menggunakan narkoba. Dia membantah bahwa narkoba bisa digunakan untuk mengatasi stres yang kerap dihadapi para pilot.

"Saya melihat narkoba di kalangan pilot seperti gaya hidup, lifestyle. Karena mereka merasa gagah dan bangga, merasa punya duit. Sebagai pelayan transportasi, tidak hanya membutuhkan kepintaran otak saja tapi juga psikis. Pilot membutuhkan psikis yang stabil, tidak boleh gampang marah dan stres," kata Bobby.

Menurut dia, justru sebenarnya yang mudah stres adalah petugas Air Traffic Control (pengawas lalu lintas udara/ATC) di Bandara Soekarno-Hatta di mana setiap 100 petugas menangani dua ribu gerakan pesawat. "Bayangkan saja itu ada 20 pesawat yang ditangani satu orang. Tentu lebih sulit daripada pilot yang konsentrasinya hanya tertuju pada satu pesawat," tambah Bobby.

Dia berharap program pelatihan seperti itu juga dilaksanakan di sekolah-sekolah pilot swasta. Sebab kontribusi swasta dalam memproduksi pilot cukup tinggi sekitar 100 pilot pertahun. "Kami harapakan swasta tidak hanya memproduksi pilot-pilot yang berkualitas tetapi juga yang berkarakter baik," ujarnya.

Bobby mengatakan, tes narkoba juga dilaksanakan di Sekolah penerbang yakni Sekolah Tinggi Penerbang Indonesia (STPI) kepada seluruh taruna dan taruninya yang saat ini berjumlah 1.221 orang yang terdiri dari 257 taruni dan 964 taruna.

Dia mengaku cukup tertantang oleh Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono untuk melakukan Inspeksi mendadak (sidak) ke STPI Curug dan STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran) Marunda sekaligus melakukan tes urine kepada para calon pilot dan calon pelaut di sekolah itu.

Namun, pihak sekolah selama ini sudah melakukan tes narkoba kepada para anak didiknya, terutama pada hari setelah mereka kembali dari libur mingguan. "Mereka sekolah lima hari seminggu, terus libur dua hari, nah waktu mereka balik ke sekolah langsung dites apakah mereka pakai narkoba saat liburan atau tidak. Kalau ketahuan langsung di-out (dikeluarkan). Tidak ada toleransi," tambahnya. (A-78/A-108)***

Komentari di Facebook !