Ribuan Anggota Gibas Siap Pertahankan Kantor Pusat dari Eksekusi PN

BANDUNG, (PRLM).- Ribuan orang anggota ormas Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas) dari berbagai daerah di Jawa Barat datang ke Kantor Pusat Gibas di Jalan Banceuy 34 Kota Bandung, Minggu (12/2) malam. Mereka berkumpul untuk mempertahankan kantor pusat dari eksekusi yang akan dilakukan petugas juru sita Pengadilan Negeri (PN) pada Senin (13/2).

"Massa yang datang hingga pukul 20.30 WIB, sudah seribu. Mereka sudah berkumpul sejak Minggu sore," kata Dewan Penasehat DPP Gibas, Ali Mukhtar saat dihubungi Minggu (12/2) malam.

Ali menjelaskan, massa datang ke kantor pusat Gibas tidak hanya dari Bandung Raya saja tapi juga datang dari Subang, Bekasi dan Karawang. "Kemudian dari priangan timur, DKI, dan Jateng juga akan datang dan diperkirakan tiba pada tengah malam ini," kata Ali.

Akibat banyaknya massa, jalan Banceuy terpaksa ditutup, karena sepanjang Jalan Banceuy tersebut sudah tidak bisa dilalui jalan karena dipenuhi ribuan massa dan kendaraan yang dibawanya. Pada Minggu malam juga Ketua Umum Gibas Suhaya ada di tempat untuk menenangkan anak buahnya.

"Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan kami memanggil masing-masing koordiantor lapangan. Karena bisa saja ada pihak yang menyusup sengaja membuat kisruh," katanya.

Ali juga telah melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu juga untuk mengatur lalulintas dan menjaga massa. "Sesuai motto Gibas Cinta Damai maka kita berusaha untuk tidak terjadi anarkis. Mudah-mudahan saja bisa kondusif," katanya.

Adanya ribuan massa tersebut diperkirakan toko-toko di sepanjang Jalan Banceuy, Senin akan tutup. Karena sudah tidak ada jalan lagi untuk lalu lalang kendaraan dan pemilik toko juga ketakutan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Ali Mukhtar menjelaskan, kedatangan massa ormas Gibas itu dalam rangka mempertahankan Kantor DPP Gibas di jalan Banceuy 34, dari eksekusi yang akan dilakukan jurusita PN Bandung yang akan dilakukan Senin pagi pukul 09.00 WIB. "Ini terkait eksekusi tanah dan bangunan DPP Gibas, bagaimana pun kami akan mempertahankan karena ini adalah harga diri kami," ujarnya.

Eksekusi itu dilakukan, lanjut Ali, setelah adanya putusan yang dimenangkan pihak lawan sebagai penggugat. Namun dalam putusan itu banyak kejanggalan makanya kami akan mempertahankannya.

"Salah satu kejanggalan, nomor tanah dan bangunan yang diperkarakan tercantum dalam putusan nomor 22 padahal kenyataannya nomor 34. Kemudian luasnya juga tidak sesuai dengan kenyataan," katanya.

Menurut Ali, upaya eksekusi ini sudah enam kali dilakukan namun gagal dan kali ini juga ribuan orang ormas akan kembali menggagalkannya. "Ini soal harga diri kami," katanya kembali menegaskan.

Ali meminta PN seharusnya memanggil ahli waris, dan BPN serta pihak yang bersengketa untuk duduk bersama. "Kami minta eksekusi ditunda dan dilakukan pertemuan dengan semua pihak," katanya. (A-113/A-108)***

Baca Juga

Jelang Ujian Akhir, Siswa SD Assalaam Gelar Istigasah

BANDUNG,(PR).-Menjelang Ujian Sekolah dan Madrasah (USM) berstandar nasional, SD Assalaam Jalan Sasakgantung Kota Bandung, mengadakan istigasah, Jumat 13 Mei 2016. Sejumlah siswa dan orangtua terlihat meneteskan air mata di tengah-tengah doa dan zikir.

Masyarakat Diajak Kumpulkan Koin untuk Kebun Binatang Bandung

BANDUNG, (PR).- Beberapa tokoh Kota Bandung menyerukan kekhawatiran masuknya investor yang menunggangi kasus Kebun Binatang Bandung. Mereka menyerukan kepada warga untuk bergotong-royong mempertahankan kekhawasan Kebun Binatang ini.

DPRD Kab. Bandung Belajar Sistem Kesehatan ke Bali

DENPASAR,(PR).- Pansus Raperda Sistem Kesehatan Daerah DPRD Kab. Bandung mengadakan pembelajaran pengelolaan kesehatan ke Pemprov Bali. Hal itu disebabkan Pemprov Bali dan Pemkot Medan merupakan dua terbaik di Indonesia dalam pelayanan kesehatan.