Biaya Masuk ITB Masih Rp 55 Juta
BANDUNG, (PRLM).- Institut Teknologi Bandung (ITB) tidak akan menaikkan biaya masuk bagi mahasiswa baru tahun ini. Seperti juga tahun lalu, biaya masuk bagi mahasiswa ITB sebesar Rp 55 juta (Biaya Pendidikan yang dibayar di Muka/BPM). Namun ITB menegaskan biaya ini hanya diberlakukan bagi mahasiswa yang mampu.
"Intinya prinsip ITB adalah adil. Mahasiswa bayar sesuai kemampuan, karena nanti yang diskon itu tetap ada, 25 persen, 50 persen, 75 persen, sampai kita bebaskan seluruhnya kalau memang dia benar-benar tidak mampu," kata Prof. Hasanuddin Wakil Rektor Bidang Komunikasi Kemitraan dan Alumni ITB, saat ditemui di kampus ITB, Jln. Ganesa Bandung, Jumat (10/2).
Menurut Hasanuddin, berdasarkan pengalaman tahun lalu, mahasiswa yang melakukan pembayaran penuh hanya sebagian kecil. Dari sekitar 3.000 mahasiswa baru yang diterima ITB tahun lalu, diperkirakan hanya sekitar 25 persen mahasiswa yang membayar penuh Rp 55 juta. "Sisanya ya bermacam-macam, ada yang dapat keringanan 25 persen, sampai dibebaskan penuh," katanya.
Hasanuddin menjelaskan, siapapun yang membutuhkan bantuan keuangan akan dibantu asalkan dia masuk dan lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) baik itu melalui jalur tertulis ataupun jalut undangan. ITB akan berupaya mencarikan sumber dana jika mahasiswa tidak sanggup membayar biaya kuliah.
"Tidak apa-apa, tidak perlu takut, nanti kami yang akan mencarikan sumber dana. Bisa dari alumni, beasiswa, kerjasama ITB dengan industri, pemerintah, dan banyak lagi. Sebab pendidikan berkualitas itu butuh biaya tinggi, tetapi kita tidak akan membebankan sepenuhnya kepada mahasiswa. ITB yang akan mencari," tuturnya.
Setiap tahunnya, kata Hasanuddin, biaya pendidikan untuk setiap mahasiswa sekitar Rp 40 juta per tahun. Jika dikalikan selama empat tahun maka diperkirakan perlu Rp 160 juta untuk bisa lulus menjadi sarjana di ITB. "Tapi kami sadar, kebanyakan orang Indonesia itu kelas menengah, tidak mungkin diharapkan semua orang membayar sebesar itu per tahun. Makanya kami yang mencarikan. Mahasiswa hanya membantu 30 atau 20 persen, selebihnya kita cari melalui berbagai kerjasama," tuturnya.
Tahun lalu, kata Hasanuddin, ITB menerima 250 kuota bidik misi. Di luar itu ITB juga menyediakan beasiswa dari berbagai lembaga termasuk dari ITB sendiri. "Tahun ini belum ada informasi berapa bidik misi untuk ITB, tetapi saya yakinkan tidak perlu khawatir dan takut masuk ITB," katanya.
Direktur Humas dan Alumni ITB Marlia Singgih menambahkan, tahun lalu dari sekitar 3000 mahasiswa baru ITB, ada sekitar 750an mahasiswa baru yang dibebaskan secara penuh. Tahun ini pun bagi mahasiswa yang benar-benar tidak mampu akan dibebaskan dengan menempuh prosedur dan mengajukan pengajuan.
"Syaratnya tetap sama, bagi mahasiswa yang memerlukan bantuan bisa mengajukan permohonan keringanan. Tahun lalu 750an mahasiswa baru free, dibebaskan. Mudah-mudahan tahun ini bisa nambah," ucapnya. (A-157/A-108)***
kalau boleh tau biaya spp.y
kalau boleh tau biaya spp.y tuk S2 berapa ya,,,,????
saya mau tanya masuk ITB
saya mau tanya masuk ITB biaya ya berapa ?
sebelum yah makasi
bisa daftar lewat online ga
Amin.. mudah-mudahan dapat
Amin..
mudah-mudahan dapat potongan walau tidak 100%
tah laum hayang geratis atau
tah laum hayang geratis atau menang duit ges ka pete uing.. da sarua ITB uing oge (Icalan Teh Botol)...he..he
Biaya masuk PTN yang selangit
Biaya masuk PTN yang selangit bikin rakyat miris. Memang pendidikan perlu biaya, apalagi bg rakyat kecil. Mengurus beasiswa tidak semudah membalikan telapak tangan. Dan akhirnya sebagian besar mimpi anak "bulu taneuh (sunda)", "Inlander(belanda), atau Rakyat Jelata pudar sudah untuk memperbaiki nasibnya. Kebijakan pemerintah tdk banyak berpihak pada kami yg dikatakan "Bulu Taneuh" !
Maaf, tanpa mengurangi rasa
Maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, berdasarkan pengalaman saya, mengurus beasiswa tidak begitu sulit juga. Kalau kita mau berusaha, pasti ada jalan.
Saya sebagai anak tukang sayur+TKW aja bisa kuliah di ITB. :)
heran biaya masuk PTN lebih
heran biaya masuk PTN lebih mahal drpd masuk PTS
Ya iya om kalau PTN bagus ya
Ya iya om kalau PTN bagus ya mahal kalau PTS apalagi yang kuliahnya cuma hari Minggu dan kelas jauh 2 tahun jadi sarjana biasanya murah tapi kalau mutu ga tahu
pemerintah bikin Bidikmisi =
pemerintah bikin Bidikmisi = Bantuan pendidikan siswa yang berprestasi untuk biaya kuliah, yang jadi
masalah biaya hidup di Bandung. Tapi ini bisa diselesaikan lewat bantuan Ikatan Orang Tua Mahasiswa
dari donor para alumni ITB dan biasanya bisa mencukupi.
Baguslah kalau begitu, salut
Baguslah kalau begitu, salut aku. Barangkali bisa dicontoh oleh Perguruan Tinggi yang lainnya agar anak anak yag tidak mampu tapi pintar bisa memperoleh kesempatan kuliah di ITB untuk mencapai cita citanya.
Post new comment