Senin, 21 May, 2012

Portal Lain Menu

Peralatan Masih Mahal

PMI Kab. Bandung Belum Dapat Penuhi Kebutuhan Trombosit

SOREANG, (PRLM).- Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kab. Bandung belum dapat memenuhi kebutuhan jenis darah trombosit untuk semua golongan darah. Dengan demikian, keluarga di Kab. Bandung yang membutuhkan trombosit akan dilimpahkan ke PMI Kota Bandung.

Kepala Seksi Pelayanan PMI Kab. Bandung Endang supritna mengatakan, tingginya laporan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kab. Bandung tentunya harus diimbangi dengan ketersediaan trombosit karena memang setiap saat pasien yang positif DBD memerlukan jenis darah trombosit. Namun, karena pihaknya belum memiliki alat produksi trombosit, maka tak ada pilihan lain untuk melimpahkannya ke PMI Kota Bandung.

"Alat-alat tersebut masih mahal, kami pun mandiri, sehingga untuk membeli alat kesehatan kami harus nyicil," kata Endang, Kamis (9/2).

Menurut Endang, pihaknya pun akan berupaya untuk secepatnya untuk membeli peralatan produksi trombosit. Direncanakan, pada akhir tahun 2012 atau awal tahun 2013 PMI Kab. Bandung segera memiliki alat produksi jenis darah trombosit.

Perihal berapa banyak pasien yang membutuhkan jenis darah trombosit, Kepala Unit Donor Darah PMI Kab. Bandung dr. Hendra Gunawan mengatakan, setiap tahun setidaknya 50 hingga 60 orang penduduk Kab. Bandung membutuhkan darah tersebut. Namun, saat memasuki musim DBD, kebutuhan akan trombosit meningkat hingga sekitar 20 hingga 30 orang.

Menurut dia, saat ini beberapa rumah sakit umum daerah maupun swasta di Kab. Bandung sering meminta akan kebutuhan jenis darah trombosit. "RSUD Soreang dan Majalaya memang sering meminta trombosit ke kami. Namun, karena mereka mengerti bahwa kami tidak memproduksi, jadi kita sering koordinasi dengan PMI Kota Bandung," ucapnya.

Sementara itu, terkait laporan kasus DBD, RSUD Majalaya mencatat hingga awal Februari 2012, setidaknya sebanyak 29 pasien yang dirawat di RSUD positif DBD. "Rata-rata yang positif DBD anak-anak dan dewasa," ucap Direktur RSUD Majalaya dr. Kusmawan Dardja Sp.PK.

Dia menambahkan, sepanjang tahun 2011 kasus DBD mencapai 162 pasien. Dari jumlah tersebut tidak ada pasien yang meninggal dunia.

"Apabila masyarakat merasakan gejala panas dan pusing serta saat diperiksa ada penurunan trombosit. Sebaiknya rawat inap. Saya tidak sarankan pasien DBD untuk rawat jalaan. Dan, rata-rata pasien DBD melakukan rawat inap antara empat sampai lima hari," katanya. (A-194/A-108)***

klau memerlukan donor darah

Anonymous's picture

klau memerlukan donor darah untuk golongan darah A, saya siap untuk membantu

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR