Pengusaha Cina Beli Seekor Merpati Balap 300.000 USD

BRUSSEL, (PRLM).- Seorang pengusaha Cina mencatat rekor dunia dengan membeli burung merpati balap senilai US$300.000 dalam lelang di Belgia.

Seperti dikutip bbc, Sabtu (4/2), pengusaha Hu Zhenyu ingin menggunakan burung merpati ini untuk mengembangkan generasi baru burung dara di Cina.

Taipan perkapalan ini menembus rekor dunia dengan membeli burung merpati balap yang diberi nama Dolce Vita ini.

Menurut kalangan pengusaha, pembelian burung dara ini akan semakin mengangkat popularitas peternakan burung merpati milik Hu Zhengyu.

Balap burung merpati semakin populer dalam tahun-tahun terakhir ini di Cina dan sejumlah negara Asia lain.

Sejumlah kalangan menganggapnya sebagai hobi sementara sebagian lain menggunakannya sebagai alat judi.

Burung merpati balap biasanya diluncurkan beberapa ratus kilometer dari kandang dan siapa yang paling cepat kembali ditetapkan sebagai pemenang.

Tidak jelas, kapan Dolce Vita akan diterbangkan ke Cina. Namun pembelian Dolce Vita ini menimbulkan silang pendapat di balap burung merpati, khususnya di Belanda, Jerman dan Belgia.

Balap burung dara yang semula merupakan kegiatan kelas pekerja di Eropa Barat saat ini menjadi hobi para pengusaha kaya. (bbc/A-108)***

Baca Juga

Paus Francis: Natal "Tersandera" Materialisme

VATIKAN, (PR).- Paus Francis, Sabtu 24 Desember 2016 mengatakan, Hari Natal "tersandera" oleh materialisme sehingga Tuhan kerap dikesampingkan dan banyak umat justru lupa untuk membantu mereka yang kelaparan, para pengungsi, dan korban perang.

Pembelaan Mariah Carey Soal Insiden Lip Sync di Times Square

NEW YORK, (PR).- Penyanyi peraih Grammy Award, Mariah Carey, mengabaikan kekacauan penampilannya dalam pertunjukan malam pergantian tahun di Times Square, New York, Amerika Serikat dengan mengatakan kepada penggemar dan pengkritik bahwa hi

PESAWAT Boeing MH370.*

Pencarian MH370 Berakhir Dua Pekan Lagi

KUALA LUMPUR, (PR).- Setelah hampir tiga dua tahun menyusuri lokasi jatuhnya pesawat MH370 Malaysia Airlines di Samudera Hindia tanpa hasil, tim Malaysia, Australia, dan Tiongkok akhirnya sepakat menghentikan pencarian pesawat tersebut pada 20 Januari mendatang.