Pengusaha Cina Beli Seekor Merpati Balap 300.000 USD

BRUSSEL, (PRLM).- Seorang pengusaha Cina mencatat rekor dunia dengan membeli burung merpati balap senilai US$300.000 dalam lelang di Belgia.

Seperti dikutip bbc, Sabtu (4/2), pengusaha Hu Zhenyu ingin menggunakan burung merpati ini untuk mengembangkan generasi baru burung dara di Cina.

Taipan perkapalan ini menembus rekor dunia dengan membeli burung merpati balap yang diberi nama Dolce Vita ini.

Menurut kalangan pengusaha, pembelian burung dara ini akan semakin mengangkat popularitas peternakan burung merpati milik Hu Zhengyu.

Balap burung merpati semakin populer dalam tahun-tahun terakhir ini di Cina dan sejumlah negara Asia lain.

Sejumlah kalangan menganggapnya sebagai hobi sementara sebagian lain menggunakannya sebagai alat judi.

Burung merpati balap biasanya diluncurkan beberapa ratus kilometer dari kandang dan siapa yang paling cepat kembali ditetapkan sebagai pemenang.

Tidak jelas, kapan Dolce Vita akan diterbangkan ke Cina. Namun pembelian Dolce Vita ini menimbulkan silang pendapat di balap burung merpati, khususnya di Belanda, Jerman dan Belgia.

Balap burung dara yang semula merupakan kegiatan kelas pekerja di Eropa Barat saat ini menjadi hobi para pengusaha kaya. (bbc/A-108)***

Baca Juga

Pendukung Trump Kritik Panitia Piala Oscar 2017

LOS ANGELES, (PR).- Pesta Oscar 2017 sudah selesai, tetapi momentum salah baca yang membuat panitia malu, masih terus dibicarakan. Khususnya bagi para pendukung Donald Trump, momentum tersebut jadi kemenangan karena menilai penyelenggaraan Oscar 2017 telah gagal.

Malaysia Usir Duta Besar Korea Utara Kang Chol

KUALA LUMPUR, (PR).- Pemerintah Malaysia dalam beberapa hari mendatang kemungkinan akan mendeportasi Duta Besar Korea Utara, Kang Chol, jika dalam waktu 48 jam diplomat senior Korut tersebut tidak kembali ke negaranya.

Inggris Kecewa Skotlandia Ingin Merdeka

LONDON, (PR).- Kurang dari dua tahun setelah Skotlandia berikrar untuk tetap bersatu dengan Inggris, kini negeri kepulauan tersebut ingin berpisah dengan Kerajaan Inggris. Pasalnya, putusan Inggris yang berkukuh keluar dari Uni Eropa dinilai akan sangat merugikan Skotlandia.