Pengusaha Cina Beli Seekor Merpati Balap 300.000 USD

BRUSSEL, (PRLM).- Seorang pengusaha Cina mencatat rekor dunia dengan membeli burung merpati balap senilai US$300.000 dalam lelang di Belgia.

Seperti dikutip bbc, Sabtu (4/2), pengusaha Hu Zhenyu ingin menggunakan burung merpati ini untuk mengembangkan generasi baru burung dara di Cina.

Taipan perkapalan ini menembus rekor dunia dengan membeli burung merpati balap yang diberi nama Dolce Vita ini.

Menurut kalangan pengusaha, pembelian burung dara ini akan semakin mengangkat popularitas peternakan burung merpati milik Hu Zhengyu.

Balap burung merpati semakin populer dalam tahun-tahun terakhir ini di Cina dan sejumlah negara Asia lain.

Sejumlah kalangan menganggapnya sebagai hobi sementara sebagian lain menggunakannya sebagai alat judi.

Burung merpati balap biasanya diluncurkan beberapa ratus kilometer dari kandang dan siapa yang paling cepat kembali ditetapkan sebagai pemenang.

Tidak jelas, kapan Dolce Vita akan diterbangkan ke Cina. Namun pembelian Dolce Vita ini menimbulkan silang pendapat di balap burung merpati, khususnya di Belanda, Jerman dan Belgia.

Balap burung dara yang semula merupakan kegiatan kelas pekerja di Eropa Barat saat ini menjadi hobi para pengusaha kaya. (bbc/A-108)***

Baca Juga

Bill Clinton Sebut Istrinya Sebagai Pembawa Perubahan

PHILADELPHIA, (PR).- Mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, menggambarkan istrinya Hillary Clinton sebagai kekuatan dinamis untuk perhubahan dan pejuang yang hebat untuk keadilan sosial pada pidatonya untuk mendukung Hillary Clinton, Selasa 26 Juli 2016 waktu setempat.

PESAWAT Boeing MH370.*

Teori Pilot Bunuh Diri Menguat dalam Kasus MH370

SYDNEY, (PR).- Setelah melakukan pencarian 2 tahun di Samudera Hindia tanpa hasil, penyelidik MH370 yang berbasis di Australia meyakini penerbangan MH370 sengaja diarahkan untuk menghujam ke laut.

Kritik Bayi, Popularitas Donald Trump Kian Rusak

WASHINGTON, (PR).- Setelah elite politik Partai Republik ramai-ramai mengecam calon presiden Donald Trump yang sering membuat komentar kontroversial terhadap sejumlah isu baik domestik maupun global, Presiden Barack Obama ikut mengecam sang miliuner.